banner12 1
Iklan Web R

Dancing Shrimp, Sensasi Udang Hidup Berbumbu

Dancing shrimp langsung dibumbui dok nattasya

 

 

Inilah sensasi ekstrem dancing shrimp dari Thailand dan Laos yang bikin lidah joget, hati deg-degan.

 

Di dalam sebuah mangkuk plastik transparan, sekumpulan udang mungil menggeliat lincah. Mereka bukan sekadar hidup mereka sedang menari. Menari di antara jeruk nipis, cabai rawit, dan taburan bawang merah yang dicincang halus. Gerakan mereka begitu gesit, seolah tahu bahwa waktu mereka tak lama lagi.

Itulah dancing shrimp, sajian ekstrim yang kini sedang naik daun. Meski awalnya hanya dikenal di jalan-jalan sempit Bangkok dan desa-desa di Laos Utara, kini hidangan ini merangsek ke festival kuliner internasional dan jadi bahan obrolan hangat di dunia maya. Mulai dari TikTok, Instagram, YouTube, sampai panggung festival ‘Bogor Rasa Bangkok’ di Indonesia, dancing shrimp naik ke atensi global.

Asal usul dancing shrimp, atau dikenal sebagai goong ten dalam bahasa Thailand, terletak di bagian utara negara tersebut, khususnya di wilayah Chiang Mai, Chiang Rai, dan provinsi-provinsi yang berbatasan dengan Laos. Di Laos sendiri, sajian serupa dikenal sebagai kong ten.

Hidangan ini kemungkinan besar lahir dari kebiasaan masyarakat pedesaan yang memanfaatkan apa yang mereka temukan di sungai-sungai setempat. Udang air tawar kecil yang biasa ditangkap dengan tangan atau jaring halus menjadi sumber protein murah, cepat saji, dan, secara tak sengaja menghibur.

Di daerah pedalaman, para petani atau nelayan tak selalu punya waktu dan bahan untuk memasak secara rumit. Maka muncullah ide sederhana; campurkan udang hidup dengan rempah segar, beri sedikit perasan jeruk, garam, dan selesai. Sebuah salad ala sungai pun tercipta.

Dari sana, goong ten menjelma menjadi ikon kuliner jalanan. Pedagang kaki lima di Bangkok menjualnya di pasar malam, biasanya menggunakan akuarium kecil atau ember transparan. Mereka bahkan menyediakan beberapa varian bumbu sesuai permintaan: ada yang super pedas, ada yang lebih ringan, ada juga yang ditambahkan potongan mangga muda atau daun mint.

 

Proses Pembuatan

Tidak seperti makanan laut pada umumnya yang dimasak terlebih dahulu dengan berbagai teknik panas seperti digoreng, direbus, atau dibakar, dancing shrimp disiapkan tanpa melalui proses pemanasan sama sekali. Penyajiannya segar langsung dari sumber, dengan tambahan bumbu-bumbu khas yang menciptakan sensasi rasa kuat dan aroma yang tajam.

Bahan utama untuk membuat hidangan ini adalah udang kecil air tawar yang masih hidup. Udang biasanya ditangkap dari perairan dangkal seperti sungai, parit, atau sawah, dan disimpan dalam wadah berisi air bersih agar tetap hidup hingga saat disajikan.

Jenis udang yang digunakan berukuran kecil, bening, dan lincah. Ukurannya memudahkan untuk disantap langsung, sementara teksturnya memberikan sensasi renyah saat digigit. Udang segar menjadi syarat utama karena seluruh karakteristik rasa dan pengalaman konsumsi sangat bergantung pada kesegaran bahan tersebut.

Pembuatan dancing shrimp berlangsung cepat dan umumnya dilakukan langsung di hadapan pembeli. Di banyak lapak kaki lima, penjual menyediakan mangkuk plastik sebagai alat utama pencampuran. Bumbu disiapkan terlebih dahulu dalam mangkuk, sedangkan udang ditambahkan belakangan.

Langkah pertama adalah menyiapkan racikan bumbu. Beberapa cabai rawit merah dan hijau diulek secara kasar di dasar mangkuk. Bumbu ini memberikan rasa pedas kuat yang menjadi ciri khas hidangan. Setelah itu, ditambahkan irisan tipis bawang merah dan bawang putih. Kombinasi bawang memberikan aroma tajam dan memperkuat rasa gurih alami dari udang.

 

Kemudian, beberapa lembar daun ketumbar dan daun jeruk purut dimasukkan untuk memberikan aroma segar. Perasan jeruk nipis ditambahkan untuk memberikan rasa asam, lalu diteteskan sedikit kecap ikan sebagai sumber rasa asin sekaligus umami. Tambahan sedikit garam dan, tergantung preferensi pedagang atau pembeli, bisa juga ditambahkan serai muda dan daun kemangi untuk memperkaya aroma dan nuansa rasa.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 160/September – Oktober 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp-Image-2026-01-14-at-10.01.33
MAKSIMALKAN PROFIT UDANG 2026
5-Januari
Potensi Penyebaran Patogen AHPND Melalui Udara
HEIF Image
Tingkatkan Hasil Nelayan dengan Booster Rumpon
AGT04277
Strain Nila, Butuhnya ‘Paket’ Bukan Ala Carte
2-Januari-1
Gugatan Iklim dari Nelayan Terhadap Korporasi
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!