Sukabumi (TROBOSAQUA). Analis Akuakultur Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Susi Roselia menyebutkan, pembudidaya bisa memanfaatkan nampan kecil atau bak segi empat. Bisa juga dengan membuat kolam benton ukuran kecil. Bahkan, bisa memanfaatkan terpal untuk media kolamnya. “Bisa juga dengan sistem rak/apartemen, yang diseting dengan air masuk dan keluar untuk menjaga kelembababnya,” ujarnya.
Media lumpur yang diperlukan, lanjut Susi, tebalnya sekitar 10-15 Cm. Sebelum dimasukkan dalam kolam (bak), lumpur bisa dicari di persawahan, dasar kolam atau di sekitar saluran pembuangan kolam. Benihnya juga dimbil dari alam. Namun, sebelum memasukkan dalam bak, benih cacing sutera dibersihkan dahulu agar kotoran yang menempel keluar semuanya.
Jangan lupa, media lumpur dalam nampan atau bak harus dijaga kelembabannya. Sehinga diperlukan aliran air yang mengalir secara kontinyu.
Menurut Susi, setiap 1 m2 bisa ditanam 500 mm (1/2 liter cacing sutera). Agar benih cacing sutera berkembang dengan baik, diperlukan pakan dari hasil fermentasi bahan organik. Pakan yang difermentasi itu bisa dari campuran bahan ampas tahu, dedak, limbah sayuran.
“Sebelum difermetasi campuran bahan pakan tadi diberi probiotik dan molase (limbah gula). Kemudian ditempatkan di dalam tong dan simpan selama 5-7 hari,” jelas Susi.
Cara memberi pakan pada benih cacing sutera juga mudah. Pakan alami yang sudah difermentasi tersebut ditebar pada spot-spot dimana cacing sutera bergerombol dalam mencari makan. “Kalau benih cacing sutera banyak, bisa diberi pakan tiap hari,” ujarnya.
Susi juga menjelaskan, benih cacing sutera dari alam warnanya merah muda. Apabila sudah dewasa tekstur tubuhnya kenyal. Jika yang dibudidaya benih sudah dewasa, maka pada usia 2 minggu sudah besar dan siap dipanen. Apabila yang dibudidaya cacing sutera indukan, telurnya pada usia 15 hari sudah menetas dan nantinya pada usia 30 hari cacing sutera bisa dipanen.
“Kalau menebar benih cacing sutera 500 ml, maka hasilnya atau produksinya sekitar 1 liter/panen. Panen bisa dilakukan 2-3 kali per periodik (2 minggu). Setiap panen disisakan sekitar 500 ml lagi,” katanya.dimas



