banner12 1
Iklan Web R

Aplikasi Teknologi dalam Pakan Mandiri

Mesin pembuatan pakan yang dioperasikan koperasi

 

Aplikasi IT dalam menjalankan bisnis dengan platform digital

 

Koperasi Produsen Mina Mitra Mandiri (KPM3) di Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur-Sumatera Selatan melakukan modernisasi manajemen. Koperasi yang terbentuk dari gabungan para pembudidaya ikan patin ini sudah mengaplikasikan teknologi IT dalam menjalankan bisnis dan pendampingan anggota dalam menjalankan budidaya melalui Solusi 3M–terobosan bisnis ulu-ilir berbasis kemitraan dengan memanfaatkan platform digital guna mewujudkan budidaya berkelanjutan.

“Solusi 3M merupakan ekosistem digital yang menghubungkan aspek bisnis dan digital dari segenap pemangku kepentingan sektor budidaya sehingga tercipta efisiensi usaha yang mendorong terwujudnya perikanan budidaya yang berkelanjutan,” terang Purwanto yang berlatar belakang pendidikan di bidang komputer dan teknologi informasi. Layanan Solusi 3M terdiri dari: Mitra 3M, Permodalan 3M, Pendamping 3M, Lapak 3M, Retail 3M, dan Nona 3M.

Disebutkannya, terdapat empat faktor yang melatarbelakangi hadirnya aplikasi Mitra 3M. Yakni usaha perikanan budidaya cenderung dikelola tanpa data/pencatatan yang baik sehingga seluruh prosesnya berdasarkan asumsi dan tidak ada historikal usaha. Artinya usaha yang dikelola belum profesional (menjadi jenis usaha yang high risk business & non bankable business).

Lalu pelaku usaha perikanan budidaya juga memiliki kompetensi yang berbeda-beda sehingga dalam hal pengelolaan usaha budidaya belum memiliki acuan/panduan yang jelas sehingga hasil budidaya sangat bervariasi. Dan tidak ada data valid tentang kondisi usaha perikanan budidaya khususnya di OKU Timur secara realtime. Akibatnya stakeholder terkait kesulitan membaca dan menyesuaikan kondisi pasar. Serta tidak maksimalnya pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha perikanan budidaya oleh stakeholder terkait.

“Melalui aplikasi ini memudahkan pembudidaya mendapatkan panduan cara budidaya ikan yang baik dan benar, baik materi secara tertulis atau konsultasi langsung dengan tim pendamping. Mulai dari tahap perencanaan (RDKP); persiapan lahan; manajemen pakan; manajemen kesehatan ikan; pencatatan budidaya dan mengatur jadwal siklus,” urainya.

Adapun fitur utama Solusi 3M terdiri dari Command Center (dashboard monitoring secara real-time, berisi: data personal pembudidaya, titik koordinat, luasan, komoditas, dan informasi siklus budidaya. Early Warning System (EWS) (sistem peringatan dini ketika terjadi kejadian/insiden wabah penyakit pada ikan, dan akan di-broadcasting ke pendamping dan pembudidaya). Dan pemberdayaan (pendampingan dan pelatihan akses teknologi dan informasi ke pembudidaya

Selain aplikasi teknologi, menurut Ketua KPM3, ke depan penambahan produksi pakan tetap menjadi prioritas. Pasalnya, produksi pabrik pakan yang mereka kelola masih jauh dari mencukupi kebutuhan pembudidaya ikan patin dan lele di OKU Timur. Pembudidaya ikan di OKI Timur membutuhkan 70 ribu ton pakan per tahun, sementara yang mampu dipasok koperasi baru 2 ribu ton. “Jadi produksi pabrik kami baru sekitar 3 % dari kebutuhan pakan di OKU Timur,” tambah Purwanto.

Kendati begitu, KPM3 sudah menorehkan sejumlah prestasi di tingkat nasional dan daerah. Di antaranya, Koperasi Percontohan Program Nasional Korporasi Petani dan Nelayan (KPN) 2021 sampai dengan 2024; Koperasi Percontohan dalam Kegiatan Lanjutan Lembaga Inkubator Bisnis, Kementerian Koperasi dan UMKM RI Tahun 2024.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 161/ Oktober-November 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp-Image-2026-01-14-at-10.01.33
MAKSIMALKAN PROFIT UDANG 2026
5-Januari
Potensi Penyebaran Patogen AHPND Melalui Udara
HEIF Image
Tingkatkan Hasil Nelayan dengan Booster Rumpon
AGT04277
Strain Nila, Butuhnya ‘Paket’ Bukan Ala Carte
2-Januari-1
Gugatan Iklim dari Nelayan Terhadap Korporasi
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!