Sebagai International Business Development Manager Progressus, Akachai Ponsomboon atau yang akrab disapa Luck bercerita mengenai kesehariannya bekerja. Progressus yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan talenta dan lembaga pelatihan dan kursus internasional di sektor peternakan, pabrik pakan, serta akuakultur berbasis di Thailand.
Selama menjalani profesinya, ia menemui berbagai tantangan. Salah satunya adalah ketika perusahaan-perusahaan belum menyadari pentingnya pengembangan SDM. “Beberapa klien tidak melihat bahwa pengembangan talenta dibutuhkan dalam organisasi mereka. Namun saat kami tunjukkan bukti dari klien-klien sebelumnya, mereka mulai mengerti bahwa hal tersebut adalah kunci kesuksesan,” jelasnya.
Luck juga berbagi pandangan menarik dari pengalamannya di industri ini. Ia kerap menemukan perusahaan yang hanya fokus pada keuntungan sesaat, seperti memberikan hadiah atau perjalanan mewah kepada klien. “Itu hanya bertahan beberapa hari. Tapi jika kita memberikan pelatihan atau program edukatif, klien bisa memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang berkelanjutan,” tegasnya.
Di tengah kesibukannya, Akachai tetap menjaga keseimbangan hidup. Ia rutin bermain golf dan berolahraga di gym sebagai cara untuk mengembalikan energi setelah berinteraksi dengan banyak orang. Untuk urusan makanan, Thai food tetap menjadi favoritnya. Ia menyukai makanan berkuah atau kari dengan rasa pedas dan asam. Namun saat berada di Indonesia, ia jatuh cinta pada babi guling, yang kini menjadi salah satu makanan favoritnya di tanah air.
Saat ditanya tentang pandangannya terhadap masa depan sektor perikanan, ia optimis. “Saya melihat generasi baru mulai masuk ke industri ini. Mereka datang dengan kreativitas dan inisiatif baru karena memiliki pengalaman internasional yang lebih luas dibanding generasi sebelumnya,” sambungnya sambil menyoroti pentingnya teknologi, termasuk AI seperti ChatGPT, sebagai alat bantu masa depan.nadia



