Jakarta (TROBOSAQUA). PT Debindo Global Expo kembali menggelar Nusantara Livestock & Poultry (NLP) Expo dan INDOGRITECH Expo pada 4–7 November 2026 di Hall 5, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Memasuki tahun kedua, kedua pameran inimenjadi ajang untuk memperkenalkan teknologi, bertukarinformasi, dan memperluas kerja sama bisnis di sektorpeternakan, perunggasan, serta pertanian.
Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, mengatakan bahwa penyelenggaraan kedua pamerandiarahkan untuk memperkuat industri sekaligus mendukungketahanan pangan nasional.
“Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo terus berupaya menyelaraskan tujuanpameran dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan serta mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas Rafidi dalam konferensi pers di Sekretariat HimpunanKerukunan Tani Indonesia (HKTI), Gedung ArsipKementerian Pertanian RI, Selasa (27/10).
Konferensi pers tersebut memaparkan persiapan dan program pameran, sekaligus menghimpun pandangan asosiasi sertapelaku usaha mengenai perkembangan dan tantangan industripeternakan dan pertanian di Indonesia.
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas(GPPU), Asrokh Nawawi, menekankan pentingnya penguatandata dan integrasi rantai pasok untuk menjaga keseimbanganproduksi dengan kebutuhan pasar. Ia juga menilai pemerataansentra produksi dan pengembangan hilirisasi diperlukan untukmeningkatkan efisiensi distribusi serta memperkuat ekosistemperunggasan nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Peternakan DPN HKTI, Cecep Mohammad Wahyudin, menyoroti dinamika produksiayam dan telur serta kenaikan biaya pakan sebagai tantangandalam menjaga ketahanan pangan. Menurutnya, penguatankemitraan peternak, hilirisasi, dan efisiensi rantai pasokdiperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligusmeningkatkan kesejahteraan peternak.
Kebutuhan akan teknologi dan solusi industri tersebut menjadibagian dari cakupan kedua pameran. NLP Expo 2026 akanmenampilkan sarana produksi peternakan, kandang dan peralatan pemeliharaan ternak, mesin peternakan, teknologipengolahan dan penanganan telur, pakan dan nutrisi, sertaobat hewan dan vaksin. Pameran ini juga mencakup sektorakuakultur dan perikanan.
Adapun INDOGRITECH Expo 2026 akan menghadirkanbenih dan tanaman pangan, komoditas hortikultura dan florikultura, pupuk dan bahan kimia pertanian, traktor, sertaalat mesin dan teknologi pertanian. Cakupannya juga meliputikomoditas perkebunan, solusi penanganan pascapanen dan penyimpanan, energi terbarukan untuk pertanian, sertapengelolaan limbah pertanian.

Dari sisi pelaku usaha, Presiden Direktur RMA Indonesia, Toto Suharto, menekankan pentingnya mekanisasi untukmeningkatkan produktivitas pertanian. Melalui Mahindra Farm Equipment, perusahaan menghadirkan solusi berupatraktor dan berbagai peralatan pendukung proses penanamanhingga panen.
Selain menampilkan produk dan teknologi, INDOGRITECH Expo 2026 akan menggelar Nusantara AgriFuture Summit, forum diskusi, dan Business Matching. Bersama NLP Expo 2026, pameran ini juga menghadirkan NusaFarm, area yang membawa suasana kebun dan kandang agar pengunjung dapatmelihat tanaman serta ternak secara langsung.
Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia (NusaQu), Nanang Sugiarto, menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan dalamNusaFarm memberi kesempatan kepada pengunjung untukmengenal ekosistem peternakan lebih dekat, termasukpenerapan teknologi pemberian pakan dan pemantauan ternak.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PT Debindo Global Expo berharap dapat mempertemukan pelaku usaha, asosiasi, distributor, dan penyedia teknologi untuk menjajaki peluangbisnis serta membangun kemitraan. Penyelenggaraan keduapameran secara bersamaan diharapkan memperluas aksesinformasi produk dan teknologi sekaligus memperkuatketerhubungan sektor peternakan, perunggasan, dan pertaniandi Indonesia. diana



