WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Genetika Teruji, Produktivitas Meningkat: Mengubah Inovasi Breeding Menjadi Performa Tambak

Pemilihan genetika menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun produktivitas budidaya udang. Namun, potensi genetik tidak akan otomatis berubah menjadi hasil produksi tanpa dukungan manajemen yang tepat sejak hatchery hingga tambak.

Oleh : Dr. Natthinee Munkongwongsiri

ndustri budidaya udang menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tekanan penyakit, perubahan kondisi lingkungan, kenaikan biaya input, hingga variasi tingkat kelangsungan hidup membuat pembudidaya tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan cepat. Dibutuhkan udang yang mampu tumbuh, bertahan, memanfaatkan pakan secara efisien, dan menunjukkan performa yang konsisten dalam kondisi budidaya komersial.

Perspektif tersebut disampaikan Dr. Natthinee Munkongwongsiri, Associate Director of Research & Technical Transfer, SyAqua Group, dalam presentasinya bertajuk “Genetics Proven to Perform: Turning Shrimp Breeding Innovation into Farm Productivity”. 32 www.trobosaqua.com Menurutnya, pengembangan genetika perlu menjawab realitas yang dihadapi pembudidaya di lapangan.

Tidak Sekadar Mengejar Pertumbuhan

Selama ini, pertumbuhan sering menjadi salah satu indikator utama dalam memilih genetika udang. Namun, performa terbaik secara ekonomi tidak selalu identik dengan pertumbuhan paling cepat. SyAqua mengembangkan pendekatan “Balance Line”, yakni mengintegrasikan sejumlah karakter penting dalam program breeding. Pertumbuhan tetap menjadi bagian penting, tetapi perlu berjalan bersama survival, feed efficiency, robustness, disease tolerance, dan consistency.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan karena kondisi setiap tambak berbeda. Udang yang memiliki performa baik dalam satu kondisi belum tentu memberikan hasil yang sama ketika menghadapi perubahan salinitas, kualitas air, tekanan penyakit, kepadatan tebar, maupun pola manajemen. Dengan demikian, konsep better genetics tidak hanya berbicara tentang seberapa cepat udang mencapai ukuran panen, tetapi seberapa konsisten udang mampu menghasilkan performa dalam kondisi komersial.

Dari Fenotipe Menuju Genomik

Untuk meningkatkan akurasi seleksi, SyAqua mengombinasikan pencatatan fenotipe dengan high-density genotyping dan genomic selection. Pendekatan tersebut memungkinkan informasi genetik digunakan untuk meningkatkan ketepatan dalam menentukan kandidat induk.

Presentasi menunjukkan bahwa seleksi berbasis genomik dapat mempercepat genetic gain dan memperpendek interval generasi dibandingkan hanya mengandalkan seleksi fenotipik. Namun, tujuan akhirnya tetap bukan sekadar menghasilkan perubahan genetik, melainkan menerjemahkan hasil seleksi tersebut menjadi performa yang relevan bagi pembudidaya.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah ketahanan terhadap penyakit, termasuk Enterocytozoon hepatopenaei (EHP). SyAqua sebelumnya juga mempublikasikan pendekatan berbasis controlled bioassay untuk mengevaluasi toleransi EHP pada lini genetika komersial Penaeus vannamei.

Genetika Hanya Potensi, Manajemen Menentukan Hasil

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah hubungan antara genetics (G) dan management (M) dalam menentukan performa udang. Genetika menyediakan potensi, sedangkan manajemen menerjemahkan potensi tersebut menjadi hasil aktual di tambak.

Faktor seperti kepadatan tebar, salinitas, kualitas air, tekanan penyakit, strategi pemberian pakan, serta kemampuan manajemen dapat menyebabkan performa udang dengan genetika yang sama berbeda dari satu tambak ke tambak lainnya.

Karena itu, perlindungan terhadap potensi genetika harus dilakukan sepanjang rantai produksi—mulai dari breeding nucleus, broodstock, maturation, hatchery, post larvae (PL), hingga farm.

Tahap PL menjadi titik penting karena kualitas awal akan menentukan kemampuan udang menghadapi fase berikutnya. SyAqua menempatkan nutrisi hatchery sebagai bagian dari upaya menghasilkan PL yang robust dengan dukungan nutrisi yang dikembangkan sesuai kebutuhan genetika pada tahap kritis tersebut.

Pakan Harus Mengikuti Biologi Udang

Potensi genetika juga perlu didukung strategi pemberian pakan yang adaptif. Kebutuhan nutrisi udang berubah sepanjang siklus produksi sehingga strategi pemberian pakan tidak seharusnya bersifat statis.

Pada fase awal, kebutuhan nutrisi relatif tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Seiring pertumbuhan udang, kemampuan pemanfaatan nutrien juga berubah. Karena itu, strategi pakan perlumempertimbangkan biomassa, nafsu makan, kualitas air, kondisi kesehatan, serta tahap pertumbuhan. Pendekatan tersebut sejalan dengan publikasi SyAqua mengenai nutrisi udang yang menekankan pentingnya menyesuaikan strategi pakan dengan kebutuhan biologis udang, bukan sekadar mempertahankan satu pola pemberian pakan sepanjang siklus.

Pada akhirnya, genetika menentukan potensi, sedangkan manajemen menentukan seberapa besar potensi tersebut dapat diwujudkan. Ketika genetika yang tepat dipadukan dengan PL berkualitas, nutrisi yang sesuai, strategi pakan adaptif, pengelolaan lingkungan, dan monitoring berkelanjutan, peluang menghasilkan performa yang lebih konsisten semakin terbuka.

Bagi industri udang yang semakin menuntut efisiensi dan kepastian hasil, inovasi breeding bukan lagi berhenti di laboratorium atau hatchery. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa genetika yang terbukti secara ilmiah benar-benar dapat memberikan nilai ekonomi di tambak—lebih produktif, lebih konsisten, dan mendukung keberlanjutan usaha budidaya. TROBOS/Adv

syaqua 3

Tag:

Bagikan:

Trending

Addises
Strategi Kombinasi Aplikasi Feed Additive: Optimalisasi Kecernaan Pakan, Penyerapan Nutrien dan Pemeliharaan Kesehatan Udang
Agroveta
Melampaui Pengendalian Penyakit, Membangun Budidaya Udang yang Tangguh
syaqua
Genetika Teruji, Produktivitas Meningkat: Mengubah Inovasi Breeding Menjadi Performa Tambak
Screenshot-974-1
Membangun Ketahanan Kesehatan Udang melalui Pendekatan Holistik dan Multidisiplin
WhatsApp-Image-2026-10-06-at-08.41.41
FARM 2026: Perkuat Industri Udang Nasional menjadi Lebih Tangguh dan Unggul di Pasar Global  
banner6
banner9
Scroll to Top