banner12 1
Iklan Web R

Pasar Gabus Masih Terbuka Lebar

HEIF Image

Palembang (TROBOSAQUA). Di tengah dominasi lele dan nila di kolam budidaya, ikan gabus justru menunjukkan dinamika berbeda. Permintaan pasar tinggi, tetapi pasokan masih terbatas. “Harga termurah Rp35.000, tertinggi bisa sampai Rp80.000 per kilo,” ujar Bobby, salah satu pembudidaya gabus di Palembang-Sumatera Selatan. Menurut Bobby, dengan struktur biaya pakan dan FCR sekitar 1-2, margin yang diperoleh bisa mencapai kisaran Rp10 ribu per kilogram, lebih tinggi dibandingkan beberapa komoditas ikan air tawar lain.

Kondisi tersebut beriringan dengan peluang pasar yang belum tergarap optimal. Ketersediaan gabus di pasar disebut baru memenuhi sekitar 3-8% kebutuhan. “Artinya masih banyak ruang yang belum terisi,” ujarnya. Selain untuk konsumsi seperti pempek dan pindang, pemanfaatan gabus juga mulai berkembang ke sektor lain, terutama karena kandungan albumin yang dimilikinya.

Kepada tim TROBOS Aqua, Bobby menjelaskan, dari sisi teknis, budidaya gabus membutuhkan waktu relatif lebih panjang. Siklus dari benih hingga ukuran konsumsi berkisar 8-10 bulan, tergantung pola pemberian pakan dan pengelolaan air. Dalam praktiknya, pemberian pakan 2-3 kali sehari serta pergantian air secara rutin menjadi faktor penting. “Kalau pakan full pelet, targetnya sekitar 10 bulan. Kalau intensitas pakan ditambah, bisa lebih cepat,” terangnya sore itu (12/3).

Selain itu, lanjut Bobby, kualitas benih menjadi faktor penentu keberhasilan. Benih hasil budidaya dengan seleksi indukan menunjukkan performa pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan benih tangkapan alam. “Kalau benih budidaya sekitar 10 bulan sudah ukuran konsumsi, sedangkan benih alam bisa lebih dari satu tahun dan ukurannya masih jauh,” ungkapnya. Perbedaan ini berkaitan dengan pengendalian indukan dan proses seleksi yang tidak terjadi di alam.

Di lapangan, kata Bobby, pasokan gabus juga dipengaruhi kondisi tangkapan alam yang semakin menurun. Situasi ini mendorong pelaku usaha mulai mengembangkan budidaya, termasuk melalui pembenihan mandiri dan kemitraan. “Permintaan meningkat, sementara tangkapan alam berkurang,” kata Pria yang kini memiliki beberapa mitra itu. Kondisi tersebut membuat budidaya gabus mulai mendapat perhatian sebagai sumber pasokan yang lebih stabil.dian/dini/edt

Tag:

Bagikan:

Trending

Investor bersama pembudidaya (gambar dibuat dengan bantuan AI)
Iklim Investasi KP Banyak Peminat
HEIF Image
Pasar Gabus Masih Terbuka Lebar
HEIF Image
Gracilaria Jabon Butuh Pasar
Perwakilan MDPI di DPR RI memberikan suara dok istimewa
Tuna Skala Kecil Juga Tulang Punggung Perikanan
HEIF Image
Formulasi Pakan Ikan dari by-product Industri Kulit
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!