banner12 1
Iklan Web R

Sutiman, Patin Ubah Serabutan Jadi Keuntungan

Patin dok nattasya

 

 

Siapa sangka, seorang kuli bangunan yang dulu kerja serabutan kini bisa jadi bos besar di dunia perikanan? Didapuk dari beberapa sumber, Sutiman, warga Ngentak, Baturetno, Banguntapan, Bantul-Yogyakarta, membuktikan bahwa nasib bisa berubah asal berani menangkap peluang.

Awalnya, hidupnya tak jauh dari adukan semen dan angkat-angkat batu bata. Gaji harian? Pas-pasan. Tapi naluri bisnisnya terus menggelitik. Ia sadar, kerja kasar seumur hidup bukan pilihan. Maka, ia mulai mencari peluang usaha yang menggiurkan namun belum banyak pesaing.

Lalu, muncul ide untuk budidaya ikan patin.  “Saya lihat di Yogyakarta, orang lebih banyak budidaya lele. Padahal ikan patin permintaannya tinggi dan pesaingnya sedikit. Saya pikir, kenapa nggak coba?,” cetusnya.

Dulu, di Yogyakarta, budidaya ikan patin masih jarang. Padahal, permintaan tinggi dan kompetitor minim. Tanpa pikir panjang, Sutiman nekat banting setir. Bermodal Rp4 juta, ia menggali kolam pertama di halaman rumahnya. Modalnya kecil, tapi semangatnya sebesar lautan.

Perjalanan tak selalu mulus. Banyak tantangan, dari ikan yang mati mendadak, harga pakan yang naik turun, hingga cuaca yang tak menentu. “Awalnya sempat rugi, ikan saya banyak mati. Tapi saya nggak mau menyerah. Saya belajar dari kesalahan, cari tahu cara budidaya yang benar,” ceritanya.

Sutiman terus belajar, mencoba, dan mengembangkan strateginya sendiri. Sepuluh tahun berlalu, siapa sangka bisnisnya kini melejit bak roket? Dari satu kolam sederhana, kini ia punya lebih dari 12 kolam besar dan ratusan mitra pembudidaya.

“Sekarang, Alhamdulillah, bukan cuma saya yang merasakan manfaatnya. Banyak tetangga saya yang ikut usaha ini juga, dan mereka bisa hidup lebih baik,” ungkapnya. Ikan patinnya jadi primadona di pasar, bahkan dikenal karena gizinya yang setara dengan salmon!

 

Strategi Bisnis

Sutiman telah membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, keuntungan besar bisa diraih dari perairan yang tenang. Keputusannya memilih ikan patin bukanlah kebetulan semata, melainkan hasil dari perhitungan matang yang mempertimbangkan permintaan pasar, harga yang menguntungkan, serta manfaat kesehatan yang ditawarkan ikan ini.

“Saya memilih ikan patin karena permintaannya stabil dan harganya menguntungkan. Selain itu, patin kaya akan protein dan omega-3, menjadikannya pilihan sehat bagi konsumen,” ungkap Sutiman.

Bayangkan setiap hari, kolam-kolam milik Sutiman seperti lautan kecil yang melimpah ruah dengan ikan patin siap panen. Dengan kapasitas panen mencapai 5,5 hingga 7 kuintal per hari, bisnisnya terus tumbuh seperti air yang mengalir deras.

Keuntungan pun datang tak henti-henti, seperti ombak yang terus menggulung ke tepi pantai. Bukan hanya di satu tempat, pasarnya kini telah merambah berbagai daerah seperti Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, memastikan suplai ikan patin berkualitas tetap mengalir ke berbagai penjuru.

Tentu saja, salah satu faktor yang membuat bisnis ini tetap stabil adalah harga jual yang konsisten di angka Rp22 ribu per kilogram. Ini bukan angka yang didapat secara kebetulan, melainkan hasil dari pemahaman mendalam tentang pasar dan kemampuan membaca tren harga.

Tidak ada drama harga anjlok mendadak atau spekulasi liar yang membuat jantung berdetak kencang. Semuanya berjalan seperti orkestra yang sudah disusun dengan harmoni sempurna.

Namun, perjalanan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sutiman harus melewati berbagai tantangan, mulai dari pemilihan bibit unggul, kualitas pakan, hingga pengelolaan kolam yang optimal. Sebab, bagi dirinya, ikan patin bukan sekadar komoditas dagang, melainkan aset berharga yang harus dirawat dengan sepenuh hati.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 155/April -Mei 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
Panen nila by TROBOS
Nila Hitam dari Kediri
Fillet patin by Ramdan
Patin Indonesia Incar Pasar Haji  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!