WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Pakan Mandiri Diminati Pembudidaya Ikan

pakan mandiri dok trobos

 

Antisipasi mahalnya harga pakan ikan pabrikan, sejumlah pembudidaya ikan mengakalinya dengan mengembangkan pakan mandiri berbahan baku lokal

 

Mahalnya harga pakan ikan pabrikan kerap kali menjadi batu sandungan bagi sejumlah pembudidaya ikan. Musababnya, hampir 70-80 % biaya produksi pelaku usaha perikanan budidaya habis terserap untuk memenuhi kebutuhan pakan.

Guna mengantisipasi mahalnya harga pakan ikan pabrikan, sejumlah pembudidaya ikan mengakalinya dengan mengembangkan pakan mandiri berbahan baku lokal. Bahkan, pakan mandiri berbahan baku lokal saat ini sudah banyak diminati pembudidaya ikan.

Lantaran memiliki pangsa pasar, pembuat atau pelaku usaha pakan mandiri berbahan baku lokal sampai sekarang masih eksis dan berkembang di sejumlah daerah (sentra perikanan). Kendati belum bisa menggantikan pakan ikan pabrik, setidaknya pakan ikan mandiri selalu berdampingan dengan pakan pabrikan.

Ketua Umum Asosiasi Pakan Mandiri Nasional, Syafruddin Darmawan mengatakan, pakan ikan mandiri sudah banyak diminati para pembudidaya ikan. Pembudidaya air tawar skala kecil dan menengah bisa mengaplikasikan teknologi pakan mandiri sesuai dengan bahan baku lokal yang ada di sekitarnya. Hal itu dikarenakan, bahan baku lokal banyak tersedia di sejumlah kawasan budidaya.

Bahan baku lokal seperti kedelai, bungkil kelapa sawit, ikan rucah, limbah darah, telur tak jadi, limbah olahan patin, rumput laut, pakan hijauan (dari dedaunan) dan sejumlah bahan baku lokal lainya bisa dimanfaatkan untuk bahan baku pakan. Bahan baku lokal itu kemudian diformulasikan dan diolah menjadi pakan ikan berupa pelet.

Menurutnya, bahan baku pakan mandiri yang ada di sekitar keberlanjutan tergantung musim musim tertentu seperti dedak, bekatul, tepung ikan, bungkil kelapa sawit, tapioka, bungkil kedelai  dan lainnya banyak tersebar di sekitar.  “Agar bisa berkelanjutan, pelaku usaha pakan mandiri melakukan pola pemetaan bahan baku tersebut. Misalnya, pada Januari dedak halus dari Sumatera Barat, pada Februari dari Sumatera Utara, dan Maret dari Bengkulu dan seterusnya. Bahan baku lainnya juga dipetakan supaya berkelanjutan,” kata Syafruddin.

Kendati perannya sangat penting, kehadiran pakan mandiri berbahan baku lokal seperti kurang mendapat perhatian pemerintah. Menurut Syafruddin, itu merupakan suatu hal yang wajar. Apalagi dengan kondisi dan keadaan, sangat penting sekali adanya pendampingan teknologi baik bahan baku, formulasi pakan dan perizinan bagi pelaku usaha.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 154/Maret-April 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

WhatsApp Image 2026-08-17 at 02.51
81 Tahun Merdeka, Menyiapkan Generasi Sehat untuk Indonesia Masa Depan
B5DEC2EA-B3C2-421A-88E0-55FEB1601F56
Jaga Kualitas Air, Kunci Keberhasilan Budikgalon
Panitia dan peserta Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro by Pribadi
Melirik Peluang Usaha dari Aquascape  
Pemateri dan peserta AquaDigest 2026 by panitia AquaDigest
Formulasi Pakan Dituntut Lebih Fleksibel di Tengah Gejolak Pasokan Global  
Riset Kunci Akuakultur
Riset Kunci Akuakultur Berkelanjutan
banner6
banner9
Scroll to Top