banner12 1
Iklan Web R

Siap Bangkitkan Kembali Dipasena

Direktur PT SBI Suseno (kaca mata) berbincang dengan Kadis KP Lampung Liza Derni usai panen udang dok datuk

Bandarlampung (TROBOSAQUA). PT Sakti Biru Indonesia (SBI)— perusahaan tambak udang terintegrasi— siap menghidupkan kembali kejayaan PT Dipasena Citra Darmaja (DCD) yang pernah menjadi ikon Lampung. Saat ini PSBI menjadi mitra strategis petambak eks PT Dipasena dalam menggerakkan kembali produksi udang di pantai timur Lampung tersebut.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur PT Sakti Biru Indonesia (SBI), Suseno Reffandi pada acara Reuni Akbar Keluarga Besar eks PT Dipasena Citra Darmaja yang terdiri dari mantan karyawan dan petambak plasma di Gedung Serba Guna (GSG) Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandarlampung, Minggu (5/10).

“Dengan pengalaman yang kami miliki dan antusiasme para petambak, eks Dipasena dapat berjaya kembali. Target kami adalah menjalin kemitraan dengan seluruh eks petambak DCD agar usaha mereka kembali produktif dan berkelanjutan,” ujar Suseno di sela-sela reuni yang mengaku hadir bukan hanya sebagai mantan karyawan, tetapi juga sebagai mitra petambak eks PT Dipasena.

Acara dihadiri sekitar 1.500-an peserta ini menjadi momen penting untuk melepas rindu, mengenang masa kejayaan perudangan, serta membangun optimisme baru bagi masa depan sektor perudangan di Lampung. Ia berharap pemerintah pusat dan daerah memberikan dukungan regulasi yang berpihak kepada para petambak yang baru memulai usaha, tanpa membebani mereka dengan aturan dan biaya yang memberatkan.

Menurut Suseno, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi petambak, dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan. PT SBI optimistis bahwa dengan sinergi ini, Lampung dapat kembali berjaya di sektor perudangan. “Kebersamaan ini menjadi modal sosial yang luar biasa. Bersama-sama, kita dapat menghidupkan kembali nama besar Dipasena dan menjadikan Lampung pusat udang nasional,” bebernya.

Direktur PT SBI Suseno kaca mata berbincang dengan Kadis KP Lampung Liza Derni usai panen udang dok datuk
Direktur PT SBI Suseno (kaca mata) berbincang dengan Kadis KP Lampung Liza Derni usai panen udang dok datuk

Sebab, lanjutnya, keberhasilan kemitraan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi udang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat dan daerah. “Kemitraan ini diharapkan mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja baru, serta menjadikan udang sebagai komoditas ekspor andalan Lampung,” lanjutnya.

Suseno menambahkan bahwa perusahaannya tengah membangun cold storage modern guna menjaga kualitas hasil panen, memproduksi probiotik dan feed additive berbahan maggot, serta mengoperasikan laboratorium RT-PCR guna mendeteksi dini tujuh jenis penyakit udang. Dengan fasilitas yang lengkap, PT SBI berkomitmen menjaga produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan budidaya udang di Lampung.

“Kami ingin membangun ekosistem perudangan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan, sehingga Lampung dapat kembali menjadi pusat ekspor udang nasional,” tutupnya.

PT SBI dikenal sebagai perusahaan perudangan terintegrasi penuh yang mengelola seluruh siklus budidaya udang, mulai dari hatchery, nursery, pembesaran, hingga perdagangan pascapanen.

Panen Perdana

Sebelumnya PT SBI bersama Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Provinsi Lampung, Liza Derni dan petambak mitra melakukan panen perdana udang hasil kemitraan di Desa Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang.

Panen udang kerjasama PT SBI dengan petambak eks DCD dok datuk
Panen udang kerjasama PT SBI dengan petambak eks DCD dok datuk

Pada kesempatan itu Kepala Dinas KP Lampung berharap program kemitraan ini menjadi momentum kebangkitan petambak eks Dipasena sekaligus mengembalikan Lampung sebagai salah satu pemain utama dalam ekspor udang nasional.

“Sumber daya luar biasa yang ada di kawasan eks PT Dipasena harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Program kemitraan dengan PT Sakti Biru Indonesia ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan petambak dan memperkuat posisi Lampung dalam peta ekspor udang nasional,” tutur Kadis yang membacakan sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani.

Di tempat yang sama Ketua Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW) Lampung, Mangisar Manurung, mengapresiasi dukungan Gubernur untuk kebangkitan petambak eks Dipasena. Ia melaporkan bahwa P3UW telah berbenah dalam manajemen organisasi. P3UW berharap pemerintah membantu penyediaan laboratorium tambak guna mendukung keberhasilan budidaya. Sementara Direktur PT SBI, Suseno Reffandi menargetkan Blok 10 dan Blok 11 dengan 1.200 kepala keluarga dan 2.400 petak tambak bisa menjalin kemitraan dengan PT SBI. (datuk/lampung)

Tag:

Bagikan:

Trending

HEIF Image
Formulasi Pakan Ikan dari by-product Industri Kulit
Bobby dok pribadi
Ikan Lokal, Momentum yang Butuh Komitmen
HEIF Image
Waspada AHPND Bisa Menular via Udara
Banyak yang harus disiapkan untuk udang padat tebar tinggi by Dini
Kesiapan Hatchery untuk Prasyarat Padat Tebar Tinggi
Ikan budidaya (nila merah) by TROBOS
Ikan Berlimpah Jelang Lebaran
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!