Bandarlampung (TROBOSAQUA). Para mantan karyawan dan plasma PT Dipasena Citra Darmaja (DCD)– perusahaan tambak udang terbesar di Provinsi Lampung– menggelar reuni akbar di Gedung Sumpah Pemuda, Kompleks PKOR Way Halim, Kota Bandarlampung-Lampung, Minggu (5/10). Ribuan mantan karyawan dan plasma yang menyebut dirinya alumni DCD datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Surabaya, Jakarta, Bogor, Padang, Palembang, bahkan dari Kalimantan. Sejumlah mantan petinggi manajemen DCD serta pengurus Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah (P3UW) Lampung juga turut hadir.
Acara diisi dengan silaturahmi, hiburan dari Coco Entertainment, serta pembagian doorprize dengan beragam hadiah menarik seperti sepeda motor, sepeda listrik, mesin cuci, kulkas, TV, dan lainnya. Menurut Ketua Pelaksana Reuni Akbar, Djoko Susanto menyatakan, alumni DCD kini tersebar di berbagai daerah dengan keahlian yang beragam, terutama di bidang perikanan.
“Jadi kita ini berpengalaman di bidang perikanan. Kita berkembang maju berkat alumni-alumni ini yang akhirnya mendunia. Hampir semua menularkan ilmunya di seluruh Indonesia. Industri udang ini berkaitan dengan protein. Tidak semua negara bisa menghasilkan udang seperti Dipasena,” jelasnya.
Djoko menambahkan, alumni DCD siap berkolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk membangkitkan kembali sektor perudangan nasional. “Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah. Dari dulu kita eksis di sektor perikanan sekitar tiga puluh tahun,” bebernya.
Ramainya reuni alumni yang hadir, menurut Djoko, karena selama aktif beroperasi DCD mengedepankan nilai kekeluargaan antara manajemen, pekerja, dan petambak plasma. “Susah senang bareng di sana walaupun apa-apa susah,” kenang Djoko yang berencana ke depan, panitia berencana menjadikan Reuni Akbar sebagai agenda periodik guna mempererat silaturahmi dan komunikasi antarsesama alumni DCD.
Di tempat yang sama Penasihat Reuni Akbar Eks DCD, Hendi Irawan, menambahkan, acara ini merupakan reuni keempat yang telah dilaksanakan oleh komunitas alumni.
“Sejak tahun 2020 kita sudah membuat komunitas dan para alumni ini dua tahun sekali mengadakan reuni. Ini sudah tiga kali digelar, dan yang keempat ini di Bandarlampung merupakan reuni akbar,” tutur Hendi yang memperkirakan alumni yang hadir mencapai 1.500 orang dan berharap acara ini menjadi ajang silaturahmi yang bermanfaat.
Dijelaskannya, tambak Dipasena di Lampung dulu dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia dengan luas sekitar 6.800 hektare, sekaligus menjadi sentra produksi udang terbesar di Indonesia. “Sebagai alumni kami berharap pemerintah membangkitkan kembali tambak udang Dipasena seperti masa kejayaannya dahulu, ketika ekspor udang ke Uni Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat,” tutupnya.datuk/dini/edt



