WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Menjaga Nafkah dari Gurita  

Nelayan Bajo di Desa Torosiaje by Pribadi

Pohuwato (TROBOSAQUA). Bagi nelayan Bajo di Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, gurita bukan sekadar hasil tangkapan. Komoditas tersebut menjadi salah satu sumber nafkah keluarga yang membuat nelayan tetap melaut hampir setiap hari. Di tengah ketergantungan itu, upaya menjaga keberlanjutan sumber daya gurita menjadi tantangan sekaligus kebutuhan.

Kondisi tersebut disampaikan Jalipati Tuheteru, mahasiswa Pascasarjana IPB yang aktif di Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) Gorontalo. Kepada tim TROBOS Aqua, pria yang akrab disapa Jali itu menuturkan, sebagian nelayan sempat khawatir bahwa upaya pengelolaan sumber daya gurita akan berujung pada larangan menangkap.

Kekhawatiran itu muncul karena aktivitas menangkap gurita berkaitan langsung dengan penghidupan mereka. “Mereka mencoba mempertahankan aktivitas melaut demi menjaga keberlangsungan hidup ke depan,” tuturnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan awal dalam membangun pemahaman bersama. Sejak 2021, Jali bersama timnya mulai berinteraksi dengan nelayan gurita di Torosiaje. Pendekatan dilakukan secara bertahap untuk menjelaskan bahwa pengelolaan perikanan gurita bukan bertujuan menghentikan aktivitas penangkapan, melainkan memastikan sumber daya tersebut tetap tersedia dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Proses tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan dua kepentingan yang kerap dipandang berseberangan, yakni menjaga ekosistem dan mempertahankan penghidupan nelayan. Dari proses komunikasi dan pembelajaran bersama itu, pemahaman masyarakat kemudian berkembang menjadi kesepakatan untuk mengelola perikanan gurita secara lebih berkelanjutan.

Nelayan dan staf lokal mendata biomassa gurita by Pribadi
Nelayan dan staf lokal mendata biomassa gurita by Pribadi

Menurut Jali, masyarakat bersama pemerintah desa selanjutnya menerapkan pengelolaan perikanan gurita berbasis masyarakat. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam peraturan desa sebagai dasar bersama dalam menjaga sumber daya gurita.

Salah satu aturan yang diterapkan adalah larangan menangkap gurita berukuran kecil. Penggunaan alat tangkap yang berpotensi merusak ekosistem dan habitat gurita, termasuk terumbu karang, juga dilarang.

Berdasarkan pengamatannya, kondisi sumber daya gurita di Torosiaje mulai menunjukkan perbaikan, meskipun proses pemulihan masih membutuhkan waktu. Jali menilai, perkembangan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibuat bersama.

Namun, keberlanjutan pengelolaan gurita masih berhadapan dengan persoalan ekonomi nelayan. Ketergantungan terhadap hasil tangkapan membuat masyarakat tetap rentan ketika cuaca buruk membatasi aktivitas melaut atau ketika hasil tangkapan menurun.

Karena itu, Jali menilai diperlukan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah yang mengakui hak masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya perikanan. Di sisi lain, pengembangan usaha alternatif juga penting agar nelayan memiliki sumber penghasilan lain ketika tidak dapat melaut.

Bagi Jali, perubahan yang terjadi di Torosiaje bukanlah hasil dari kehadiran pendamping semata, melainkan tumbuh dari kemauan masyarakat sendiri untuk belajar dan berubah.

“Keberhasilan yang terjadi bukan karena kehadiran kami, melainkan karena masyarakat ingin berubah dan ingin belajar,” pungkas Jali (2/9). Kesadaran tersebut menjadi modal penting bagi masyarakat Torosiaje untuk menjaga sumber daya gurita sekaligus mempertahankan nafkah, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan hingga generasi berikutnya. dian

Tag:

Bagikan:

Trending

Nelayan Bajo di Desa Torosiaje by Pribadi
Menjaga Nafkah dari Gurita  
stp-banyuwangi-2
Menjaga Hulu, Merawat Hilir: STP Perkuat Komitmen Akuakultur Berkelanjutan Banyuwangi
WhatsApp Image 2026-08-17 at 02.51
81 Tahun Merdeka, Menyiapkan Generasi Sehat untuk Indonesia Masa Depan
B5DEC2EA-B3C2-421A-88E0-55FEB1601F56
Jaga Kualitas Air, Kunci Keberhasilan Budikgalon
Panitia dan peserta Tematik IDBU 42 Universitas Diponegoro by Pribadi
Melirik Peluang Usaha dari Aquascape  
banner6
banner9
Scroll to Top