Banyuwangi (TROBOSAQUA). Menjaga keberlanjutan akuakultur tidak cukup hanya dengan meningkatkan produktivitas budidaya. Kelestarian ekosistem perairan yang menjadi penopang sumber daya perikanan juga perlu mendapat perhatian. Komitmen tersebut diwujudkan PT Suri Tani Pemuka (STP) melalui aksi pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.
Terbaru, STP menanam 3.750 bibit pohon pinus di kawasan hulu dan melepas 50.000 benih ikan lele ke aliran Sungai Badeng, Desa Sumberbulu, Banyuwangi, pada 27 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Kebijakan Bebas Deforestasi sekaligus langkah perusahaan menjaga keberlanjutan ekosistem sungai dari hulu hingga hilir.
Penanaman pohon di kawasan bantaran sungai ditujukan untuk meningkatkan daya serap air, mengurangi risiko erosi, serta menjaga kestabilan tanah di kawasan hulu. Sementara itu, pelepasan benih ikan diharapkan dapat mendukung keseimbangan ekosistem perairan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Bagi kami, upaya menjaga kelestarian ekosistem tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dari hulu ke hilir,” ujar Tasdikin, P&GA Manager Aquafeed STP.
Menurutnya, pelestarian lingkungan membutuhkan langkah yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Meski dimulai dari aksi sederhana di tingkat lokal, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat.

Kolaborasi Menjaga Lingkungan
Di Banyuwangi, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suwiss Songgon, dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Muspika Kabupaten Banyuwangi. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pemerintah, hingga masyarakat.
Komitmen STP terhadap pelestarian lingkungan juga tercermin dari berbagai kegiatan serupa di wilayah operasional perusahaan. Hingga kini, STP telah menanam lebih dari 35.000 pohon di sejumlah wilayah, antara lain Purwakarta, Gresik, Banyuwangi, Singaraja, Barru, dan Serdang Bedagai. Perusahaan juga melakukan pelepasan tukik serta benih ikan di sejumlah lokasi.

Bagi STP, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan bisnis akuakultur. Melalui praktik usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, perusahaan berupaya membangun ekosistem akuakultur yang tidak hanya mendukung keberlangsungan industri, tetapi juga menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Adrian



