Bandarlampung (TROBOSAQUA) – Seminar Ilmiah Kegiatan Riset Perikanan dan Kelautan (Siger PIK) yang diselenggarakan Jurusan Perikanan dan Kelautan (JPiK) Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menampilkan beragam hasil riset dan inovasi terkait pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan sebagai Pilar Ketahanan Pangan” ini berlangsung secara hibrida di Kampus Unila, Bandarlampung, pada 8–9 Juli 2026.
Seminar dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Unila, Dr. Ir. Kuswanto Futas Hidayat, M.P., dan dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri atas akademisi dari berbagai perguruan tinggi, peneliti, perwakilan pemerintah, praktisi perikanan budidaya maupun tangkap, serta pemangku kepentingan lainnya. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Pertanian Unila dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Sriwijaya (Unsri).
Dalam sambutannya, Kuswanto mengapresiasi penyelenggaraan seminar yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga sektor swasta. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci agar hasil riset tidak berhenti di tingkat akademik, tetapi dapat diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan lembaga riset seperti BRIN dan sektor swasta yang memiliki pengalaman dalam penerapan teknologi. Keterlibatan swasta sangat penting agar hasil penelitian dapat diimplementasikan. Perguruan tinggi juga harus mampu menjadi jembatan antara pemerintah dan dunia usaha,” ujarnya.
Ia berharap berbagai gagasan dan inovasi yang dipaparkan selama seminar dapat mendukung pembangunan sektor perikanan dan kelautan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
“Seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, BRIN, dan sektor swasta dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” tambahnya.

Pada hari pertama, seminar menghadirkan sejumlah pembicara utama dari kalangan akademisi, pemerintah, peneliti, dan industri. Rubiyanto Widodo Haliman, MBA, Wakil Kepala Divisi Teknologi PT Central Proteina Prima, memaparkan materi Mendukung Budidaya Perikanan Berkelanjutan melalui Riset Aktual yang Komprehensif.
Selanjutnya, Zulfikar, S.St.Pi., M.Si., Kepala Tim Kerja Kesyahbandaran Pelabuhan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, menyampaikan materi mengenai inovasi pengelolaan sumber daya ikan dan kelautan sebagai pilar ketahanan pangan.
Narasumber berikutnya, Prof. Dr. Muhammad Anshar, M.Si., Guru Besar Bidang Penginderaan Jauh Kelautan Universitas Hasanuddin, membahas urgensi transformasi spektral dalam penginderaan jauh untuk mendukung pengelolaan sumber daya kelautan.
Pada sesi kedua, Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si., Guru Besar Bidang Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Universitas Lampung, mempresentasikan hasil riset mengenai pemanfaatan sains sebagai dasar pengelolaan sumberdaya rajungan berkelanjutan di Provinsi Lampung. Sementara itu, Dr. Muhammad Nursid, Peneliti Utama Pusat Riset Bioindustri Darat dan Laut BRIN, memaparkan konsep Blue Technology sebagai transformasi pemanfaatan biodiversitas laut Indonesia menuju industri kelautan yang berkelanjutan.
Sesi ilmiah hari pertama ditutup oleh Moh. Hanif Azhar, Ph.D. dari Universitas Airlangga yang mempresentasikan konsep budidaya terintegrasi berbasis Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung pengembangan akuakultur berkelanjutan.
Pada hari kedua, seminar diisi dengan presentasi para invited speakers serta pemaparan hasil penelitian dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur. Rangkaian kegiatan ditutup dengan lomba esai yang diikuti mahasiswa bidang perikanan dan kelautan dari berbagai perguruan tinggi peserta seminar. (datuk)



