Jakarta (TROBOSAQUA). Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Machmud mengatakan, iklim investasi di sektor KP saat ini cukup bagus. “Yang banyak meminatinya adalah di komoditas rumput laut dan pengolahan garam,” kata Machmud, usai memberi pengantar dalam kegiatan Investment Accelerate Matching dengan tema ‘Accelerate National Economic Growth Trought Downstreaming of Fisheries’, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Machmud mengatakan, apabila dilihat dari kelompoknya yang paling diminati dalam investasi sektor KP adalah sub sektor budidaya, kemudian disusul dengan pengolahan, jasa dan penangkapan. Investasi sektor KP diarahkan dari hulu-hilir. Selain rumput laut, ada yang meminati investasi di bidang pengolahan garam. Investasi pengolahan garam yang nantinya akan dikembangkan di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) di lahan seluas 10.764 hektar (ha) ini diharapkan bisa mendorong terwujudnya swasembada garam (konsumsi).

Ditambahkan Kepala Biro Investasi, Kerja Sama dan Komunikasi-Dewan KEK, Netty Muhanin, peluang investasi sektor KP masih terbuka lebar. Guna memudahkan investasi, pemerintah telah mengembangkan kawasan ekonomi khusus (KEK).
Sebaran KEK dari Sabang-Merauke ada di 25 tempat. Di Morotai misalnya untuk pengembangan perikanan tangkap. Sedangkan di Gresik, Jawa Timur (Jatim) untuk pengembangan perikanan dan pengolahan garam. Pastinya, apabila pelaku usaha melakukan investasi di KEK akan mendapatkan beberapa kemudahan.
Menurut Netty, tujuan dibentuknya KEK adalah untuk memacu dan mendorong pertumbuhan ekonomi sektor KP. KEK memiliki konsep one stop service. Apabila ada investor yang membenamkan modalnya di KEK akan mendapatkan kemudahan berupa tax holiday dan tax allowance.dimas/dini/edt



