banner12 1
Iklan Web R

Durian dan Ikan

Oleh: Soen’an Hadi Poernomo*

 

Seorang penulis Eropa yang suka berkelana, Linscott, saat ke Nusantara pada 1599, menyampaikan kekagumannya pada buah durian. Buah yang tidak ditemui di kawasan lain, dianggapnya memiliki rasa yang unik, bahkan disebut sebagai terlezat di dunia.

Alfred R Wallace dalam bukunya the Malay Archipelago, pada 1869, menilai durian sebagai buah yang baunya menyengat, tapi rasanya aduhai lezat. ‘Smells like hell, Tastes like heaven, Heals like miracles’.

Durian memiliki manfaat bagi kesehatan, seratnya membantu sistem pencernaan. Ada kandungan vitamin C, B1, B2, B3, B6, B9 dan E. Juga mineral kalium, magnesium, zat besi, zinc, dan kalsium. Dalam hal plus-minusnya, kendatipun durian memiliki kulit berduri yang keras, serta bau yang tidak disukai sebagian orang, namun memiliki kelebihan rasa yang unik.

Demikian pula ikan. Penyebab orang tidak menyukainya lantaran bau amis dan berduri. Namun rasanya cukup lezat, sehingga beberapa olahannya menjadi favorit banyak orang. Dan yang paling menonjol, adalah manfaat gizi yang banyak bagi kesehatan.

Omega-3, beserta asam lemak tidak jenuh EPA (Eicosapentaenoic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid) terkenal sebagai pendukung pembentukan otak selama 100 HPK (Hari Pertama Kehidupan)—bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Juga menghindari adanya kelahiran prematur. Sehingga banyak negara menganjurkan ibu hamil dan menyusui mengkonsumsi ikan, yang terbukti anaknya bisa memiliki kelebihan kognitif.

Bila anaknya cerdas, diasumsikan setelah dewasa tidak miskin seperti orang tuanya. Sehingga peningkatan konsumsi ikan, dapat memutus rantai kemiskinan. Dalam realitas global, bangsa Jepang yang terkenal banyak konsumsi ikan, memiliki nilai IQ yang tinggi.

Omega-3, EPA dan DHA juga memiliki manfaat terhadap kesehatan jantung, fungsi paru-paru, tekanan darah, menghindari stroke, schizophrenia, asma, dan porstat. Maka Amerika Serikat, Australia, Inggris, Denmark, Norwegia, dan banyak negara lain yang menganjurkan konsumsi ikan.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 155/April -Mei 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
Hasil panen udang dok trobos
Film Komposit Kitosan/CMC Pertahankan Kualitas Vannamei
Panen nila by TROBOS
Nila Hitam dari Kediri
Fillet patin by Ramdan
Patin Indonesia Incar Pasar Haji  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!