Cirebon (TROBOSAQUA). Suganda mengatakan, karena lele yang dibudidayakan relatif cukup banyak, pakannya juga banyak. Untuk memenuhinya, pakan tersebut didatangkan dari pabrik pakan melalui distributor. Dikarenakan sudah biasa membeli pakan dari pabrik tersebut, pembayarannya bisa di cash bon (bayarnya nanti, red).
“Kami butuh pakan 3-4 ton per hari. Modal yang kami keluarkan juga besar. Alhamdulillah ada pabrikan pakan besar yang mau menyuplai, bisa diutang lagi,” ujarnya kepada TROBOS Aqua beberapa waktu lalu.
Guna memenuhi cash flow usaha budidaya lele, Suganda pernah mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) beberapa tahun silam sebesar Rp2,7 miliar. Saat ini pinjaman berupa KUR itu sudah lunas.
Beberapa tahun lalu, ia sempat akad kredit lagi untuk menambah permodalan dan kredit yang kesekian kalinya juga sudah lunas. Saat ini, ia bersama teman-temanya tetap fokus untuk mengembangkan budidaya lele.dimas



