Berbilang tahun mengalami stagnasi, bahkan banyak petambak Pantai Selatan (Pansela) Yogyakarta, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Barat berhenti tebar benur. Tahun ini para petambak bertekad untuk bangkit.
Guna mendorong kebangkitan tambak udang di pantai selatan Jawa tersebut sejumlah petambak muda mendirikan wadah untuk berhimpun yang diberi nama South Coast Shrimp Association (SCSA) yang dideklarasikan di Novotel, Yogyakarta International Airport pada (21/1) dengan Ketua SCSA Andi Prasetya.
Di samping peresmian, acara juga diisi dengan seminar teknis ‘Optimisme Budidaya Udang di Pantai Selatan’. Tampil menjadi narasumber yakni Yudi Darmawan – Founder dan CEO D-Fishery; Januar Pribadi, Aquaculture Technology Development – Laboratory and Marketing Communication National Manager PT Grobest Indomakmur dan Narendra Santika Hartana, Shrimp & Fish Health Manager – Animal Health & Lab Services PT Suri Tani Pemuka
Susun Rencana hingga Mitigasi Penyakit
Yudi Darmawan menyatakan, dalam menjalankan budidaya udang, petambak perlu menyusun rencana/skenario budidaya dengan menerapkan metode starting from the end. Rumuskan secara jelas dan lugas, target yang ingin diraih dari setiap siklus budidaya dengan mematok produktivitas dan target produksi yang tinggi tentu akan menghasilkan keuntungan tinggi pula.
“Target itu harus terukur dengan angka. Kemudian diterjemahkan menjadi konsep dan manajemen teknis budidaya yang akan dijalankan untuk meraihnya. Diikuti persiapan kolam, pakan, sarana produksi tambak dan fasilitas pendukung seperti listrik dan aerator yang sesuai jumlah dan spesifikasinya,” tuturnya.
elengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 153/Februari – Maret 2025



