banner12 1
Iklan Web R

Perempuan Garis Depan Perikanan Indonesia

Almamater 160 (Aris Widagdo)

Mengukir kontribusi, menembus batasan, dan merajut harapan

Oleh: Aris Widagdo*

 

Perempuan di sektor perikanan Indonesia mewakili sekitar 42 % dari total angkatan kerja, dengan 72 % pemasar ikan adalah perempuan. Secara global, perempuan mencakup hampir setengah dari tenaga kerja sektor perikanan dan akuakultur.

Di Indonesia, diperkirakan sekitar 37% tenaga kerja di sektor perikanan adalah perempuan, atau sekitar 12,2 juta orang. Mereka terlibat di seluruh rantai nilai perikanan, mulai dari penangkapan ikan (baik di pesisir, laut lepas, maupun perairan darat) hingga pasca-panen seperti pengolahan dan pemasaran hasil laut. Bahkan, sekitar 6 juta perempuan Indonesia terjun langsung dalam kegiatan penangkapan, dan sekitar 6,2 juta lainnya berperan pada tahap pascapanen, misalnya sebagai pedagang ikan.

Pada tahap pra-panen, mereka mempersiapkan perbekalan dan peralatan melaut, membeli bahan bakar, bahkan mencari atau memanggil Anak Buah Kapal (ABK). Setelah para suami melaut, pekerjaan rumah tangga dikerjakan, dan saat hasil tangkapan tiba, peran mereka semakin vital. Pada tahap pasca-panen, perempuan memilah hasil tangkapan ikan, memasarkannya, serta memperbaiki alat tangkap.

Mereka juga merupakan aktor utama dalam pengolahan ikan, budidaya rumput laut, dan penangkapan ikan skala kecil. Di beberapa komunitas, perempuan secara khusus mengumpulkan kerang dan tiram di pesisir pantai. Kontribusi perempuan dalam penangkapan ikan skala kecil pun tidak bisa dianggap remeh, menyumbang sekitar 169 ribu ton ikan per tahun (data 2020), dengan nilai ekonomi mencapai sekitar US$253 juta.

Kontribusi ekonomi perempuan nelayan sangat signifikan. Penelitian Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menemukan bahwa 48 % pendapatan keluarga nelayan dikontribusikan oleh perempuan melalui kegiatan produksi dan pasca-panen. Hal ini menantang pandangan tradisional bahwa pendapatan perempuan hanya bersifat ‘tambahan’. Pendapatan mereka, meskipun seringkali lebih kecil per transaksi, bersifat konsisten dan dapat diandalkan, menjadikannya tulang punggung untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan stabilitas psikologis.

Selain sebagai pilar ekonomi, perempuan nelayan juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Ketergantungan langsung mereka pada ekosistem pesisir yang sehat menumbuhkan pemahaman dan komitmen yang lebih dalam terhadap keberlanjutan lingkungan. Contoh nyata dapat dilihat di Kabupaten Kaur, Bengkulu, di mana perempuan nelayan gurita aktif mencatat hasil tangkapan untuk mengurangi eksploitasi berlebihan. Demikian pula, di Pulau Tanakeke, Sulawesi Selatan, perempuan penanam rumput laut secara sukarela merehabilitasi ekosistem mangrove.

Disamping peran produktif dan reproduktif, perempuan juga aktif dalam peran sosial kemasyarakatan. Mereka membentuk kelompok-kelompok usaha, seperti di Pulau Barrang Caddi-Sulawesi Selatan, yang menjual produk olahan seafood. Lebih jauh, mereka menjadi pejuang hak-hak perempuan di kalangan ibu-ibu pesisir, mengadvokasi kepentingan komunitas, dan memperkuat ekonomi lokal melalui pengolahan hasil perikanan.

 

Tantangan Bayangan di Balik Layar

Meskipun kontribusi mereka besar, perempuan di sektor perikanan menghadapi berbagai tantangan serius. Salah satu yang terbesar adalah minimnya pengakuan formal dan perlindungan hukum. Mayoritas dari mereka tidak diakui secara hukum sebagai nelayan.

Definisi nelayan yang sempit seringkali tidak mengakomodasi kerja perempuan yang beragam, mulai dari menangkap ikan skala kecil, mengolah, hingga memasarkan hasil tangkapan. Dampaknya, mereka menghadapi upah yang lebih rendah (setidaknya 12% lebih rendah dari laki-laki untuk pekerjaan yang sama), kurangnya pengakuan sosial dan ekonomi, serta pekerjaan yang rentan dan tidak terlihat.

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 160/September – Oktober 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

Ketua panitia Maulana Akbar dok dini
FKPA Korwil Bangka Belitung Gelar Halal Bihalal
Budidaya nila dok trobos
Imbauan Pembudidaya Antisipasi El Nino
Pemaparan Ria Veriani by Istimewa
 Dari Diklat ke Ekosistem Pembelajaran ASN
By Istimewa
Nyamankan Benur untuk Padat Tebar Tinggi
Belida by KKP
Ikan Lokal Tertinggal di Negeri Sendiri  
banner6
banner9
Scroll to Top

Tingkatkan Strategi Budidaya Anda! Baca Insight Terbaru di Trobos Aqua!