WhatsApp Image 2026 06 02 at 13.58.09

Untung Bersih dari Akuaponik

Akuaponik

 

Panen dobel ikan dan sayur, berbudidaya dengan akuaponik menawarkan keuntungan berlipat dari berbagai komoditas

 

Setelah di part 1 (TROBOS Aqua edisi 153), dibahas mengenai sistem akuaponik, maka di bagian kedua ini dibahas mengenai keuntungan bersihnya. Dari data sebelumnya, Feriawan, Ketua Kelompok Pengelola Akuaponik Widoro Baru Sleman-Yogyakarta, memberikan gambaran pendapatan yang diperoleh dari hasil panen ikan dan kangkung sebesar Rp 3,605 juta dalam periode 6 bulan.

“Kemudian, kita dapat melihat bahwa total biaya yang dikeluarkan, yang mencakup biaya operasional dan investasi awal, mencapai Rp 26,5 juta. Dengan demikian, keuntungan bersih yang diperoleh setelah 6 bulan pertama adalah Rp 3,605 juta dikurangi Rp 26,5 juta; yang menghasilkan kerugian sebesar Rp 22,895 juta,” tukasnya.

Kerugian ini wajar terjadi, terutama disebabkan oleh biaya investasi awal yang cukup besar. Biaya investasi awal ini mencakup pembangunan sistem akuaponik, pengadaan bibit ikan dan kangkung, serta berbagai perlengkapan lain yang diperlukan untuk memulai usaha ini. Sebagai biaya satu kali, investasi awal ini memang akan memberi dampak besar pada laporan keuangan di awal.

“Meskipun pada 6 bulan pertama sistem ini mengalami kerugian, penting untuk dicatat bahwa biaya investasi awal tersebut tidak perlu dikeluarkan lagi pada bulan-bulan berikutnya. Setelah biaya investasi awal dipenuhi, hanya biaya operasional bulanan yang akan tetap ada. Biaya operasional ini terdiri dari biaya pakan ikan, listrik, dan perawatan, yang totalnya mencapai sekitar Rp 12,5 juta untuk 6 bulan,” terang Feriawan..

Seiring berjalannya waktu, sistem akuaponik ini akan mulai menunjukkan potensi keuntungan yang lebih baik. Setelah biaya investasi awal tidak lagi dihitung, sistem ini akan mulai lebih menguntungkan. Dengan pendapatan yang tetap dari ikan dan kangkung yang terus dipanen, keuntungan bersih pada bulan-bulan berikutnya dapat meningkat secara signifikan.

Analisis ini menunjukkan bahwa sistem akuaponik memerlukan investasi awal yang besar, keberlanjutan. Namun, efisiensinya dalam jangka panjang memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, meskipun pada awalnya ada kerugian, sistem ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi usaha yang menguntungkan dengan perawatan dan pengelolaan yang tepat.]

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 155/April -Mei 2025

Tag:

Bagikan:

Trending

19cdd2b3-9dcd-4f59-8375-41a310193214
NLP Expo dan INDOGRITECH 2026 Dibuka, Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pangan
WhatsApp-Image-2026-10-28-at-12.56.03-1
NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Peternakan dan Pertanian
Perwakilan SFA dan JAPFA usai menandatangani MoU kerja sama akuakultur tropis
SFA dan JAPFA Jajaki Kerja Sama Kesehatan dan Digitalisasi Akuakultur
BDADC2B0-7DB4-429B-B4E0-935FCDE72318
Standar dan Sertifikasi Halal, Kunci Perluasan Pasar Produk Perikanan
Addises
Strategi Kombinasi Aplikasi Feed Additive: Optimalisasi Kecernaan Pakan, Penyerapan Nutrien dan Pemeliharaan Kesehatan Udang
banner6
banner9
Scroll to Top