STP dorong peningkatan produktivitas dan keberhasilan pembudidaya, sekaligus memperkuat ekosistem industri udang nasional
Industri budidaya udang di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat, didorong oleh inovasi, kolaborasi, dan semangat generasi muda yang kian aktif terlibat. Salah satu momen penting dalam mendukung pertumbuhan ini adalah pelaksanaan Shrimp Aquaculture Conference (SAC) yang digagas oleh komunitas Petambak Muda Indonesia (PMI).
Dengan kurasi cermat oleh para petambak muda inovatif, SAC menghadirkan rangkaian sesi transformatif yang membahas praktik-praktik terbaik terkini, strategi keberlanjutan, serta membuka peluang jejaring yang luas. Konferensi ini dirancang khusus untuk para wirausahawan dan profesional industri di Indonesia yang ingin mendorong kemajuan sektor budidaya udang secara berkelanjutan dan berdaya saing.
Sebagai perusahaan terintegrasi di bidang akuakultur, PT Suri Tani Pemuka (STP) menunjukkan dukungannya terhadap inisiatif ini. STP percaya bahwa kolaborasi lintas pelaku industri—termasuk generasi muda petambak—merupakan kunci dalam menciptakan masa depan akuakultur yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Salah satu bentuk nyata kontribusi STP dalam SAC adalah dengan menghadirkan salah satu ekspertis internalnya sebagai pembicara dalam sesi seminar. Dengan topik ‘Nutritional Approaches to Improving Larval Shrimp Quality & Performance’ yang diisi Albert Tacon, STP membagikan kebutuhan nutrisi terkini berbasis riset dan pengalaman lapangan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan performa benur udang sejak tahap awal kehidupan.
Pembahasan tersebut menekankan akan pentingnya pemberian nutrisi yang tepat pada fase awal kehidupan udang. Yaitu; mulai dari kebutuhan, formulasi pakan yang sesuai, hingga penggunaan suplemen seperti probiotik dan imunostimulan untuk mendukung pertumbuhan, ketahanan, dan kelangsungan hidup larva.
Partisipasi ini mencerminkan komitmen STP untuk terus mendukung peningkatan produktivitas dan keberhasilan pembudidaya, sekaligus memperkuat ekosistem industri udang nasional melalui pengetahuan yang aplikatif dan berdampak langsung di lapangan. Melalui kolaborasi seperti ini, STP berharap dapat terus mendorong pertumbuhan sektor akuakultur Indonesia menuju arah yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan inovatif.



