Menjadi inovasi data satelit bagi petambak modern
Pada hari kedua Banyuwangi Shrimp Fair 2025, Dosen Universitas Airlangga Andi Hamim Zaidan membuka sesi pertama. Ia memaparkan materi mengenai teknologi spektral dalam budidaya udang. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan pendekatan berbasis penginderaan satelit (remote sensing) yang memungkinkan pengumpulan data secara akurat dan real-time mengenai kondisi tambak.
Melalui sistem ini, petambak dapat memperoleh gambaran menyeluruh tentang aspek fisik, kimia, maupun biologis perairan tambak, sehingga dapat menentukan perlakuan (treatment) yang tepat sesuai kondisi aktual di lapangan. Menurut Andi Hamim, penerapan teknologi spektral memiliki sejumlah aplikasi potensial dalam berbagai aspek budidaya udang.
Utamanya monitoring kualitas air. Dengan menggunakan teknologi spektroskopi, petambak dapat memantau parameter air secara real-time tanpa harus mengambil sampel langsung dari tambak. Teknologi ini dapat mendeteksi keberadaan fitoplankton dan alga, termasuk bloom alga berbahaya yang berpotensi mengancam kesehatan udang.
Selain itu, spektrometri juga mampu mengukur kandungan organik terlarut seperti total suspended solids (TSS), turbiditas, serta bahan organik lainnya, sekaligus memantau oksigen terlarut (DO), pH, amonia, nitrit, dan nitrat secara non-invasif. Semua data tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem tambak.
Teknologi ini juga dapat dimanfaatkan untuk deteksi dini penyakit pada udang. Melalui spektroskopi inframerah dan hyperspectral imaging, perubahan fisiologis pada udang dapat diketahui bahkan sebelum gejala klinis muncul. Analisis spektral terhadap hemolimf atau jaringan udang memungkinkan identifikasi infeksi virus berbahaya seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Early Mortality Syndrome (EMS). Selain itu, perubahan spektral pada organ hepatopankreas juga dapat menjadi indikator tingkat stres udang, sehingga petambak bisa mengambil langkah antisipatif lebih awal.
Pencitraan untuk Penilaian Kesehatan
Di sisi lain, pencitraan spektral juga bermanfaat dalam penilaian kesehatan dan pertumbuhan udang. Teknologi underwater hyperspectral imaging memungkinkan estimasi biomassa dengan menghitung populasi dan berat udang tanpa perlu penangkapan. Analisis spektral pun dapat digunakan untuk menilai kualitas daging, kandungan nutrisi, dan tingkat stres, bahkan untuk seleksi indukan unggul berdasarkan karakteristik spektralnya.
Aspek penting lain dari penerapan teknologi ini adalah optimalisasi pakan. Melalui Near-Infrared Spectroscopy (NIR), komposisi nutrisi pakan dapat dianalisis dengan cepat dan akurat. Selain itu, perubahan spektral pada air tambak dapat digunakan untuk memantau tingkat konsumsi pakan, sementara monitoring pertumbuhan melalui data spektral membantu mengevaluasi Feed Conversion Ratio (FCR) atau efisiensi konversi pakan menjadi biomassa udang.
Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua edisi 161/ Oktober-November 2025



