Kupang (TROBOSAQUA). Pendidikan vokasi kelautan perikanan menjadi pilar penting penguatan sumber daya manusia di daerah afirmasi seperti Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Kupang, berbagai program pembelajaran terapan, pemberdayaan pesisir, hingga kolaborasi dengan industri terus didorong untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat pesisir.
Sebagai lembaga vokasi KKP, Politeknik KP Kupang memainkan peran strategis dalam menyiapkan SDM terampil yang mampu mengelola potensi kelautan dan perikanan NTT. Meski fasilitas laboratorium dan teaching factory masih terbatas, mahasiswa ditempa melalui praktik lapangan seperti pengelolaan tambak, pembenihan, pemantauan kualitas air, serta pendampingan masyarakat. Keterbatasan justru membentuk ketangguhan, empati, dan jiwa pengabdian generasi muda pesisir.

Sinergi dengan dunia industri juga menjadi kekuatan pembangunan vokasi. Melalui program TJSL PLN dan Pertamina, berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat berjalan efektif, mulai dari pembentukan kebun bibit rumput laut, mekanisasi alat pengering, pelatihan olahan perikanan, bantuan mesin pendingin, konservasi laut, hingga inovasi alat pengasapan ikan. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem vokasi yang menghubungkan kampus, masyarakat, pemerintah, dan industri energi.
Sejumlah program lapangan pun telah memberi dampak langsung, seperti seleksi varietas rumput laut unggul, pelatihan pengolahan hasil perikanan bagi perempuan pesisir, pembangunan fasilitas pendingin nelayan, transplantasi karang, sudut baca pesisir, hingga gerakan bersih pantai. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi pesisir NTT.

Melalui pendekatan berbasis data dan pendampingan intensif, Politeknik KP Kupang mendorong lahirnya lulusan yang kembali ke daerah untuk membangun kampung halaman. Pendidikan vokasi menjadi sarana menanamkan keterampilan sekaligus karakter daya juang, tanggung jawab, dan kemauan untuk berkontribusi bagi pembangunan timur Indonesia.
Pada akhirnya, Politeknik KP Kupang menunjukkan bahwa dari wilayah afirmasi dapat lahir inovasi, kolaborasi, dan harapan. Sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi energi bersama untuk menggerakkan pembangunan pesisir NTT menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. riris-Poltek Kupang/dian/edt



