Optimalisasi Feed Cost Formulation dan Pemanfaatan Lemak/Energi Pakan dengan Lyso-phospholipid

Optimalisasi Feed Cost Formulation dan Pemanfaatan Lemak/Energi Pakan dengan Lyso-phospholipid

Foto: 


Suplementasi lyso-phospholipid pada pakan udang meningkatkan performa pertumbuhan dengan strategi cost-saving formulasi pakan 
Peningkatan harga soy-products dan turunannya, salah satunya adalah soy-lechitin, terjadi sangat signifikan bahkan lebih dari 60 % akibat adanya keterbatasan stok di beberapa negara pemasok dan permasalahan logistik akibat pandemi yang ada.
 
 
Soy-product dikenal sejak lama sebagai salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan tepung ikan dan menekan biaya formulasi pakan. Namun dengan tingginya kenaikan harga, penggunaannya dalam formulasi pakan untuk mengurangi cost tanpa mempengaruhi performa pakan menjadi suatu tantangan besar saat ini. Salah satu strategi dari formulator pakan pada kondisi ini adalah dengan melihat cara dan alternatif lain untuk pemakaian nutrien yang lebih baik. Lyso-phospholipid yang teruji dan terseleksi secara spesifik dapat menjadi alternatif bagi formulator untuk membantu dalam peningkatan performa pakan sekaligus meminimalkan biaya formulasi pakan. 
 
 
Lyso-phospholipids bekerja secara alami dalam meningkatkan emulsifikasi, pencernaan, dan penyerapan lemak pakan. Peningkatan pemecahan lemak pakan menjadi bentuk lebih sederhana yaitu misel, memungkinkannya tersebar secara menyeluruh di cairan saluran pencernaan, sehingga área permukaan semakin luas dan kinerja enzim lipase semakin efisien. Selain itu, adanya fasilitasi pengangkutan dan penyerapan lemak yang lebih optimal oleh sel-sel hepatopankreas membuat udang lebih efisien dalam memanfaatkan lemak sebagai nutrisi penting dan sumber energi untuk mengoptimalkan pertumbuhan. Secara umum udang mendapatkan pertambahan bobot tertinggi dengan kadar lemak pakan sebesar 5 - 6 % (NRC, 2011) dan pada kadar tinggi (>10 %) pertumbuhan mulai terhambat. Saluran pencernaan udang yang pendek dan kurangnya sistem cairan empedu menyebabkan emulsifikasi dan pencernaan lemak kurang optimal sehingga kurang efektifnya pembentukan dan penyerapan misel lemak yang berdampak pada penurunan fungsi hepatopankreas.
 
 
Lyso-phospholipids diperoleh melalui proses hidrolisis enzimatik terkontrol dari phospholipid dimana salah satu ekor asam lemak dihilangkan sehingga menjadikannya lebih hidrofilik dibandingkan dengan phospholipid dan mengoptimalkan fungsinya sebagai pengemulsi minyak dalam air dalam saluran pencernaan udang. Salah satu bahan baku umum yang digunakan sebagai sumber phospholipid dalam pakan udang untuk antisipasi bahan emulsifikasi adalah lesitin. Adanya dua ekor asam lemak yang bersifat lipofilik di dalam molekul phospholipid membuat lesitin menjadi agen pengemulsi kuat untuk emulsi air dalam minyak (yaitu air dalam jumlah terbatas ditambahkan ke lingkungan yang kaya lemak), tetapi merupakan agen pengemulsi lemah untuk kondisi minyak dalam air (yaitu jumlah lemak yang terbatas ditambahkan ke lingkungan yang kaya air) seperti pada saluran pencernaan udang. Hal ini membuat peran lesitin lebih sebagai sumber phospholipid daripada agen pengemulsi lemak pakan dalam saluran pencernaan udang. 
 
 
Penelitian dilakukan untuk mengkaji efikasi dari Lyso-phospholipids dalam menggantikan lesitin serta meningkatkan kinerja pertumbuhan pada udang vannamei. Tiga pakan uji dengan komposisi formula 15 % tepung ikan dan 1,7 % minyak ikan. Kontrol positif (Pos CTRL) menggunakan 1,5 % lesitin , dimana pemakaiannya berkurang dari 1,5 % ke 0,75 % pada perlakuan kontrol negatif (Neg CTRL). Lyso-phospholipid berbasis emulsifier (Aqualyso® STD by Adisseo, France) disuplementasikan sebanyak 0,1 % pada perlakuan kontrol negatif (Neg CRTL + Aqualyso® STD) dengan tujuan kompensasi penurunan pemakaian lesitin dalam pakan. Udang dengan perlakuan pakan negatif kontrol memperlihatkan pertambahan bobot dan laju pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan pakan positif kontrol sebagai efek dari pencernaan dan pemanfaatan lemak pakan yang kurang baik dengan pasokan lemak/energi yang lebih rendah. Suplementasi Lyso-phospholipid (Aqualyso® STD sebanyak 0,1 %) dalam pakan dengan pemakaian lesitin rendah (0,75 %) secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan dan persentase bobot tubuh dibandingkan dengan perlakuan kontrol negatif dan kontrol positif. Hal ini memperlihatkan bahwa pergantian bahan emulsi lemah dalam jumlah besar dengan pengemulsi kuat (Aqualyso STD) dalam jumlah rendah adalah strategi yang efektif untuk mengoptimalkan pencernaan lemak dan penyerapannya serta meningkatkan kinerja pertumbuhan. Padahasil ini juga terlihat bahwa penggunaan Aqualyso® STD membantu formulator pakan dalam peningkatan potensi penghematan biaya formula pakan dimana dalam penelitian sebelumnya, 1 kg Aqualyso® STD secara efektif dapat menggantikan lesitin 1 % tanpa mengurangi kinerja pakan.
 
 
 
 
 
Martha Mamora, Martin Guerin, dan Waldo G. Nuez-Ortín*
 

 
Livestock Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain