Membantu Sidat Tetap Berkelanjutan

Sukabumi (TROBOSAQUA). Dalam langkah signifikan menuju konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan perikanan darat yang berkelanjutan, perlunya dikembangkan inovasi fishway untuk mendukung jalur migrasi bagi sidat (Anguilla spp). Melalui pendekatan multifaset yang mencakup kebijakan dan regulasi, aktivitas percontohan, dan manajemen data yang kuat, pengelolaan berkelanjutan populasi sidat dan sumber daya perikanan darat telah diperkuat.

 

Salah satu langkah tersebut dikembangkan melalui proyek ‘Integrasi Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Penggunaan Berkelanjutan ke dalam Praktik Perikanan Darat di Ekosistem Air Tawar dengan Nilai Konservasi Tinggi’ (dikenal sebagai IFish). Proyek ini merupakan kolaborasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi, dan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

 

Proyek IFish dilaksanakan di Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah dengan fokus pada Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Perikanan (EAFM). Tujuannya adalah melestarikan spesies ikan yang terancam punah di ekosistem air tawar darat, seperti sidat, arwana, dan belida. Di Sukabumi, fishway tersebut dibangun di sungai Cibareno, yang merupakan habitat penting bagi spesies sidat yang terancam punah.

 

Melalui upaya ini, pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan kini telah masuk ke dalam regulasi dan kebijakan lokal. Yayan Hikmayani, Direktur Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, menyambut baik reformasi kebijakan ini. "Perkembangan telah dibuat dalam Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Perikanan di Kabupaten Sukabumi. Kami berharap setiap bendungan dan dam menyediakan fishway atau fish ladder untuk spesies ikan migrasi," ujarnya (28/5).

 

Eko Nugroho dari Focal Point Operasional Global Environmental Facility (GEF) untuk Indonesia menyatakan apresiasinya terhadap pengelolaan perikanan darat dalam proyek ini. "Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat adat, kami dapat mencapai solusi inovatif seperti fishway, untuk memastikan migrasi yang mulus bagi spesies ikan seperti sidat, dan memastikan konservasi mereka juga," katanya.

 

Tahun ini, Kabupaten Sukabumi berencana melanjutkan dua fishway tambahan di Sungai Cicatih, bekerja sama dengan PT Metaphora, untuk memanfaatkan infrastruktur pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mengapresiasi institusi seperti PT Metaphora mereplikasi pembangunan fishway dalam proyek mini hidroelektrik mereka.

 

“Dimana proyek tersebut mengikuti model percontohan yang diterapkan IFish. Upaya semacam ini memastikan migrasi ikan yang aman dan memainkan peran penting dalam pengelolaan berkelanjutan sumber daya perairan darat serta konservasi spesies yang terancam punah," jelas Aryal.ist/boy/edt

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain