Pelihara Cichlid Bukan Sekedar Hobi

Pelihara Cichlid Bukan Sekedar Hobi

Foto: Dok. Pribadi


Sepuluh tahun bergelut di dunia ikan hias, Edwin memberi tips dan perawatan cichlidbagi ‘penggila’nya

 

Bagi para penghobi ikan hias, tentu sudah tidak asing lagi dengan jenis ikan hias yang satu ini, cichlid (dibaca siklid). Namun bagi masyarakat umum, akan terasa asing dengan nama dari ikan yang hidup di air tawar ini.

 

Sejatinya, cichlid belum seterkenal koi, cupang, atau arwana. Akan tetapi, menurut penghobi cichlid, Edwin Adriansyah, cichlid belakangan ini mulai banyak peminat dan pemerhatinya.

 

“Perbandingannya dari pertama saya main cichlid sekitar sepuluh tahun lalu. Untuk sekarang ini, jauh lebih banyak yang mengenal cichlid, karena jenis yang masuk ke Indonesia pun sudah semakin banyak. Dulu, baru sekitar 20 - 30 jenis cichlid di pasaran, kalau sekarang, sudah ratusan jenis. Makanya, orang-orang mulai melek terhadap jenis-jenis cichlid,” paparnya yang akrab disapa Edwin ini.

 

Terlebih dengan adanya kontes-kontes yang menyertakan ikan bergenus Aulonocara ini sebagai objek kontes. “Dikarenakan belakangan ini sering adanya kontes, sehingga turut menjadikan jenis Aulonocara menjadi hype di kalangan para pecinta ikan hias,” ungkapnya.

 

Jenis Populer

Sejak lebih dari sepuluh tahun menceburkan diri ke dunia ornamental fish,Edwin pun berbagi tren cichlid yang digemari pasar saat ini. “Untuk saat ini cichlid afrika lebih digemari dibandingkan dengan strain lainnya, seperti cichlid amerika,” terang penghobi ikan hias yang juga menjadikan hobinya sebagai peluang usaha.

 

Mengutip dari berbagai laman, seputar perbedaan antara cichlid afrika dan amerika, bahwa cichlid afrika hidup di air tawar dari tiga danau besar di Afrika. Dan dari tingkah lakunya, cichlid afrika bersifat agresif dan lebih suka hidup menyendiri,

 

Sedangkan cichlid amerika hidup di perairan tawar Amerika Selatan dan Tengah, termasuk sungai Arizona. Untuk karakternya, cichlid amerika sangat ramah dan dapat hidup bersama jenis ikan lain.

 

Mengingat jenis ikan hias cichlid afrika ini cukup agresif, TROBOS Aqua penasaran, jenis ikan apa saja yang bisa disatukan dengan cichlid. “Kalau untuk comtank sebenarnya banyak. Misal cichlid afrikanih di comtank bisa dengan synodontis atau beberapa jenis belut dari Afrika. Lalu kalau cichlid amerika biasa bisa digabung dengan pleco ataupun tetra,” ungkap Edwin memberi tips.

 

Pola Pemeliharaan

Walau penyebutannya bagi sebagian besar orang terbilang ‘ribet, Edwin mengatakan, memeliharanya justru cukup sederhana. “Ikan hias satu ini amat sangat simpel. Cichlid itu ikan yang cukup kuat, hanya butuh kualitas air yang bagus. Jadi kalau filtrasinya sudah aman, cukup ganti air seminggu sekali,” jelas pemilik toko ikan hias Home Exotic Fish ini.

 

Selain itu, menurutnya, untuk cichlid yang diternak (budidaya) di indonesia, rata-rata tidak ada perbedaan dari segi perawatan air. Itu dikarenakan Indonesia rata rata pH airnya stabil di ph 7.

 

“Kecuali misal ikan yang datang langsung dari Danau Tanganyika di Afrika, dimana perbedaan pH nya signifikan dari 9 ke 7 yang cukup berbahaya. Atau, yang dari Amazon di Amerika, misal jenis manfish atau geophagus dari ph 5 ke 7, itu yang perlu distabilkan dahulu,” lanjutnya.

 

Selanjutnya, mengenai pakan, Edwin mengatakan, pemilihan pakan yang baik itu adalah pakan yang tidak terlalu tinggi protein. Tapi, harus diseimbangan juga dengan serat dan mineral lainnya.

 

Lalu, dari segi penyakit pun Edwin menjelaskan rata - rata yang dialami oleh para fishkeeper.“Adalah karena kondisi tank yang kecil dengan filtrasi yang kurang. Yang artinya, menjadikan kualitas air buruk sehingga menyebabkan timbulnya gejala white spot,” ungkap Edwin memberi kewaspadaan.

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 143/ 15 April - 14 Mei 2024

 
Aqua Update + Hobi + Cetak Update +

Artikel Lain