Jalan Berpasir Pemuliaan Nila di Mesir (2)

Bagian kedua ini, diulas tentang pengelolaan populasi dan seleksi anakan yang didapatkan dari pemijahan induk (anggota populasi dasar), pada programgenetically improved abbassa nile tilapia (GIANT) di Negeri Piramida.

 

Bagian pertama lalu, dibahas cara pemijahan induk  Seekor pejantan dipijahkan dengan 2 betina dalam satu hapa secara bersamaan. Sehingga dihasilkan anak bersaudara kandung dan saudara tiri. Sebagaimana dimuat dalam laporan Food and Agriculture Organization (FAO) bertajuk ‘Pelajaran dari Dua Dekade Perbaikan Genetik Ikan Nila di Afrika’.

 

Mengelola Generasi Anakan (Gx)

Keluarga saudara kandung yang dihasilkan dirawat di hapa-hapa selama sebulan. Adapun jumlahnya dikurangi secara acak menjadi sekitar 100 ekor benih per keluarga / famili, disebut sebagai penjarangan. Manfaatnya, mengurangi dampak lingkungan lebih lanjut. Sebagai catatan, tidak ada seleksi yang terjadi pada tahap ini. Benih dipelihara dalam hapa-hapa hingga mencapai ukuran rata-rata 2-5 g, agar dapat diberi tanda.

 

Benih tambahan ada yang disimpan sebagai cadangan. Benih itu dikeluarkan hanya setelah kelompok mereka dievaluasi dan kandidat seleksi diidentifikasi dan direproduksi. Selain itu, pemijahan dan pemeliharaan benih sebelum penandaan dilakukan pada hapa jaring halus yang berada di dalam tangki beton. Diberikan penutup polietilen di atas unit pemanas. Aerasi dipasang untuk menjaga suhu dan kualitas air agar sesuai. Hal ini meningkatkan kebutuhan belanja fasilitas dan dana untuk membeli pakan bagi ikan cadangan.

 

Sebelum evaluasi di kolam komunal, sebanyak 20 ekor benih dipilih secara acak dari masing-masing famili. Kemudian ditimbang secara individual dan ditandai menggunakan label benih Floy® (FloyTag & Manufacturing Inc.®, Seattle-Amerika Serikat). Setelah penandaan (Gambar 1), ikan dipelihara di hapa masing-masing selama dua hari untuk memulihkan stres akibat perlakuan penandaan.

 

Selanjutnya, benih ditebar di kolam tanah seluas 1.000 m2 untuk evaluasi komunal selama sekitar 8 bulan. Periode itu juga melewati musim dingin yang cukup berat. Setiap ikan dicatat tanggal pemijahan, penebaran dan panen, bobot awal dan panen, jenis kelamin ikan, dan nomor kolam. Sintasan dicatat dalam konteks proporsi ikan dari masing-masing keluarga yang masih hidup pada saat panen.

 

Penyebaran

Setiap tahun, nila generasi baru diproduksi. Silsilahnya diperbarui, performa ikan dicatat dan dianalisis. Selanjutnya perolehan genetik diperkirakan dari estimated breeding values (EBV). Gambar 2 menunjukkan bahwa respons seleksi diperkirakan semakin besar setiap generasi baru. Respons yang diberikan jelas sangat besar sejak generasi ketiga, mulai terlihat pada generasi ketiga,  namun baru pada generasi ke-8 mulai dipertimbangkan untuk menyebarkan benih calon induk itu.

 

Ketika GIANT “G9” diproduksi, donatur proyek telah siap membiayai pelepasan strain yang lebih baik kepada pembudidaya. Kinerjanya dievaluasi dibandingkan dengan hasil pembenihan komersial. GIANT “G9” ini dievaluasi / dibandingkan dengan strain Kafr El Sheikh. Benih nila komersial yang paling umum dibudidayakan pada tambak di Mesir.

 

Hasilnya, GIANT G9 lebih unggul 30 % pertumbuhannya dibandingkan dengan jenis Kafr El Sheikh. WorldFish menyebarkan strain GIANT “G9” kepada sekitar 2.000 BMC (breeding multiplication center, pusat multiplikasi calon induk sebar) dan pembiakan (pembenihan) benih sebar. BMC disuplai dengan benih (calon induk) jenis kelamin campuran pada Juli 2012, yang kemudian dibudidayakan dan dibiakkan. Hasilnya disebar kepada pembenih untuk menghasilkan benih sebar pada awal musim 2013. Semua tempat pembenihan tersebut menghasilkan total 10,8 juta benih sebar monoseks yang dijual ke 93 pembudidaya nila pada 2013 dan 2014.

 

Sebagai bagian dari proses sosialisasi, analisis rantai nilai dilakukan di antara tempat pembenihan dan produsen pakan. Pelatihan best practices management juga diberikan kepada 2.400 pembudidaya ikan yang akan mendapatkan manfaat dari pelepasan strain unggul ini. Pada 2014, strain GIANT “G9” ini diperkirakan telah diterima oleh 500 pembudidaya ikan di provinsi Kafr El Sheikh, Beheira, Sharkia, El Minya, dan Fayoum (Gambar 3).

 

Selama masa program pemuliaan ini, hanya GIANT “G9” yang diberikan kepada pembudidaya. Mengingat pada 2020, G15 telah terbentuk. Kurangnya dana menghambat studi dan mobilisasi masyarakat yang penting untuk pengumpulan data lapangan. Pada gilirannya, analisis ini terbatas pada peningkatan performans. Maka pada kegiatan mendatang perlu sosialisasi yang kuat dan berjangka panjang di awal program. Selain itu harus tersedia sumber daya pendukung yang diperhitungkan mencukupi dari awal hingga akhir program.

 

Faktor lain yang perlu diatasi adalah perlunya sinkronisasi penyediaan benih dan bibit dari tempat pembenihan ke petani pada awal musim penebaran benih. Sebelum penyebaran ikan dari Abbassa ke BMC dimulai, siklus perkembangbiakan biasanya terjadi pada musim panas (Juli hingga Oktober). Namun, para petani menginginkan benih siap pada awal musim panas (April-Mei) untuk memaksimalkan musim tebar.

 

Maka pusat (inti) pemuliaan, BMC, dan pembenihan harus melakukan inovasi. Mereka harus menggunakan air bawah tanah yang lebih hangat, rumah kaca, dan pemanas air untuk menjaga suhu air agar sesuai untuk pemijahan dan pertumbuhan sepanjang musim dingin. Di pusat pemuliaan,  suhu yang lebih hangat dan penyelesaian awal prosedur penandaan, dilanjutkan dengan penebaran ikan di kolam tanah di luar ruangan yang periode pemeliharaannya melewati musim dingin, selaras dengan kondisi aktual di pembudidaya. Rencana untuk meningkatkan tingkat toleransi dingin tidak membuahkan hasil karena rendahnya heritabilitas sifat toleransi dingin.

 

Prestasi dan Tantangan

Program pemuliaan ini menghasilkan GIANT “G9” yang pertumbuhannya 30% lebih cepat dibandingkan strain komersial lainnya. Meskipun capaian ini masih di bawah target, dibandingkan dengan GIFT. Kemungkinan disebabkan oleh introgresi dengan O aureus (sebagaimana dicatat oleh Nayfa dkk, 2020).

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 143/ 15 April - 14 Mei 2024

 
Aqua Update + Andalan Air Tawar + Cetak Update +

Artikel Lain