Catur Pramono Adi, S.Pi, M.Si: Pilah-Pilih Budidaya Gurami

Catur Pramono Adi, S.Pi, M.Si: Pilah-Pilih Budidaya Gurami

Foto: 


Mengingat prosesnya yang lama, budidaya ikan gurami, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan.

 

Budidaya ikan gurami harus dilakukan dengan efektif agar bisa menghasilkan keuntungan serta panen yang melimpah. Untuk mengetahui tahapan budidaya gurami, perlu aplikasi dengan memperhatikan berbagai faktor.

 

Pakan yang Dibutuhkan

Gurami membutuhkan pakan yang berkualitas selama masa budidaya. Untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan gurami, pembudidaya disarankan untuk memberikan pelet yang mengandung banyak protein hewani dan protein nabati. Protein akan membuat gurami cepat besar, makanya pembudidaya hendaknya memilih pelet yang mengandung protein sebanyak 25-30%.

 

Jenis pelet yang direkomendasikan adalah pelet terapung. Pelet terapung akan memudahkan gurami dalam memakannya. Pelet terapung sebaiknya diberikan sebanyak 2 kali per hari pada pagi dan sore hari.

 

Selain pelet, juga direkomendasikan untuk memberikan jagung rebus sebagai pakan tambahan ikan. Jagung rebus dinilai mampu mempercepat kematangan gonad gurami. Jumlah jagung rebus yang direkomendasikan adalah sebanyak 3-5% dari berat badan ikan.

 

Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi budidaya ikan gurami harus dilakukan dengan benar. Hal ini karena bisa saja lokasi yang dipilih salah dan menyebabkan kegagalan dalam usaha budidaya. Pemilihan lokasi harus dilakukan sesuai dengan habitat asli ikan yang akan dipelihara agar pertumbuhannya pesat dan tingkat kematiannya bisa ditekan. Lokasi yang tidak disarankan untuk budidaya gurami antara lain di dataran tinggi serta di tempat yang cahaya matahari dan lingkungannya tidak menunjang.

 

Gurami sendiri merupakan ikan dataran rendah. Ketinggian dataran akan memengaruhi kondisi suhu lokasi tersebut. Ketinggian secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap fluktuasi suhu air. Semakin jauh perbedaan antara suhu air minimum yang terjadi pada pukul 4 pagi dengan suhu air maksimum yang terjadi pada pukul 4 sore, akan berdampak pada tingkat kematian ikan, nafsu makan, dan pertumbuhan ikan.

 

Saat menentukan lokasi, sebaiknya perhatikan juga jenis tanah pada lokasi tersebut. Jangan gunakan tanah yang poros atau tingkat penyerapan tinggi. Tanah dengan tingkat porositas yang tinggi bisa menyebabkan kondisi suhu di dalam kolam tidak stabil. Perubahan suhu akan berpengaruh secara tidak langsung pada tingkat kematian ikan, rendahnya nafsu makan, pertumbuhan ikan, dan kolam terlalu sering mengalami pasang surut.

 

Cahaya Matahari dan Lingkungan Tidak Menunjang

Intensitas cahaya matahari yang mengenai kolam juga dapat memengaruhi pertumbuhan ikan. Kolam yang kekurangan intensitas cahaya matahari dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi terhambat. Untuk budidaya gurami, sebaiknya gunakan kolam yang memiliki intensitas cahaya matahari sekitar 60—80 % dari luasan kolam.

 

Lingkungan lokasi budidaya yang dipilih juga bisa menjadi faktor penyebab kegagalan budidaya atau hasil budidaya yang didapatkan kurang baik. Lokasi budidaya yang sebaiknya dipertimbangkan ulang adalah yang berdekatan dengan pemukiman penduduk karena bisa berdampak pada polusi rumah tangga.

 

Polusi tersebut bisa masuk ke kolam dan menyebabkan air kolam tercemar. Air kolam yang sudah tercemar akan menyebabkan ikan keracunan sehingga tingkat kematian di dalam kolam tersebut tinggi.

 

Selain polusi, kolam budidaya yang berdekatan dengan pemukiman memiliki tingkat kebisingan yang tinggi. Hal tersebut dapat menyebabkan nafsu makan ikan menurun dan pertumbuhan ikan melambat. 

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 143/ 15 April - 14 Mei 2024

 
Aqua Update + Andalan Air Tawar + Cetak Update +

Artikel Lain