Berkah Ramadan bagi Pelaku Perikanan

Berkah Ramadan bagi Pelaku Perikanan

Foto: by Dian
Proses Penimbangan di Panen nila di Indramayu

Bekasi (TROBOSAQUA). Bulan Ramadhan selalu membawa berkah untuk semuanya, termasuk bagi pembudidaya nila di Jawa Barat (Jabar) dan pelaku UMKM perikanan. Kepada Tim TROBOS Aqua, semuanya sehati, awal Ramadhan tahun ini bergelimang kebahagiaan.           

 

Menurut Prima, sapaan akrab Prima Eka Putra, pembudidaya nila di daerah Cikadu-Kabupaten Puwakarta-Jabar, beberapa hari ini harga nila hitam di level pembudidaya berkisar di angka Rp 29 ribu-30 ribu per kgnya. Nilai tersebut naik sebesar 4 ribu-5 ribu per kg apabila dibandingkan dengan harga sebelum Ramadhan. “Kalau di pasar sekitar sini bahkan harga nila tembus Rp 38-40 ribu per kg-nya,” ucap laki-laki yang berdomisili di Puwakarta-Jabar itu.

 

Selain Prima, Darso, pembudidaya nila salin di daerah Indramayu-Jabar juga merasakan hal yang sama. “Kalau di sini berhubung jualnya dalam bentuk ‘panen mati fresh’ maka kenaikan harga tidak terlalu signifikan. Hanya seribu dua ribu per kg-nya,” sebutnya.

 

Di hari biasa, nila per kg dijual seharga Rp 19 ribu-20 ribu. “Sedangkan Ramadhan ini, terpantau harga nila mencapai Rp 21 ribu per kg. Meski naiknya sedikit tapi tetap harus disyukuri yah,” jelas Darso melalui pesan Whatsapp siang itu.

 

Informasi kenaikan harga nila dari kedua pembudidaya sebelumnya juga disetujui Fajar Rejcky, pembudidaya nila di wilayah Parung, Bogor-Jabar. Di Parung, Fajar bercerita, sekarang harga jual nila mencapai Rp 27 ribu per kg. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan biasanya.

 

Lonjakan Permintaan Ikan

Seolah tak mau ketinggalan, jumlah permintaan pun ikut menyusul naik di Ramadhan tahun ini. Hal tersebut diiyakan oleh ketiga pembudidaya itu. Lebih lanjut Prima mengatakan, pasar nila masih terbentang luas. Seberapa banyak pun jumlah nila yang dipanen, pasar siap menampung. Prima sebutkan, dulunya permintaan pasar per minggunya palingbanyak5 ton. Tapi sekarang mencapai 10 ton per minggu.

 

“Lima ton saja saya belum bisa memenuhi, eh sekarang malah naik lagi permintaannya. Saya cukup kewalahan perihal itu, karena saat ini baru bisa menyuplai pasar sebanyak 3 ton per minggunya,” ungkapnya letih tapi senang dengan lonjakan ini.

 

Olahan Ikan Turut Terdongkrak

Sementara itu, lonjakan permintaan produk olahan ikan turut dirasakan oleh dua pelaku UMKM Perikanan, Rizki Maulana, owner Petekres dan Eviana, owner Elyasmina Healthy Frozen Food. Keduanya mengaku kenaikan tahun ini cukup membawa angin segar bagi bisnisnya.

 

“Terpantau hingga tengah Ramadhan ini permintaan Petekres naik hingga 30%. Selain cocok sebagai lauk makan, produk kami juga pas untuk dijadikan snack setelah berbuka maupun saat sahur,” ucap laki-laki yang berdomisili di Cililin, Bandung Barat-Jabar itu.

 

Hampir mirip dengan yang diceritakan Rizki, Eviana mengutarakan, kenaikan penjualan saat ini mencapai 90%. “Ramadhan kali ini kami lebih kreatif lagi. Jika hampers biasa identik dengan benda pecah belah atau kue kering, di Elyasmina hampers-nya berisikan pempek. Jadi salah satu penyebab meroketnya jumlah permintaan tersebut datang dari hampers pempek itu,” papar Eviana siang itu.dian/edt/dini

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain