Terus Upgrade Teknologi Budidaya Udang

Terus Upgrade Teknologi Budidaya Udang

Foto: By Istimewa


Surabaya (TROBOSAQUA). Perkembangan bisnis industri udang di tanah air tidak dalam kondisi menyenangkan. Hal ini diungkapkan Haris Muhtadi, Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI). “Kondisi industri udang Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Tetapi problematika yang dihadapi inilah yang membuat pelaku industri lebih solid dan kompak,” ungkap Haris dalam  Shrimp Outlook 2024 oleh Jala di Surabaya-Jawa Timur (7/3).  

 

Kekompakan pelaku industri juga ditekankan Liris Maduningtyas, Co-Founder dan CEO Jala, terutama dalam mendukung penyerapan udang di pasar lokal.   “Pentingnya meningkatkan penyerapan udang oleh pasar lokal untuk melindungi harga udang Indonesia dari perubahan ekstrem yang diakibatkan oleh ketidakstabilan pasar ekspor,” terangnya.

 

Dalam mendukung kegiatan petambak di lapangan, Liris juga menjelaskan tentang keseimbangan lingkungan dan pencatatan data. Apalagi dalam mendukung produktivitas tambak udang saat ini yang  rata-rata ada di 12 ton/ha (2023). “Untuk mengusahakan profitabilitas terbaik, petambak direkomendasikan untuk berbudidaya selama 70-80 hari atau 100-110 hari,” ujar Liris dalam acara ini dikutip dari kontan.

 

Seminar ini dihadiri oleh berbagai stakeholders, termasuk petambak udang, perusahaan pengolahan, pemangku kepentingan industri akuakultur, serta produsen benur dan pakan. Acara ini bertujuan untuk memaparkan performa budidaya udang Indonesia terkini dan strategi untuk meningkatkan produktivitas pada tahun mendatang.

 

Selain itu, acara ini juga membahas strategi mendapatkan untuk pendanaan bagi petambak melalui diskusi panel pertama, dengan tema ‘The Next Level of Farm Financing’. Diskusi ini memaparkan berbagai mekanisme pendanaan inovatif yang dapat dimanfaatkan petambak udang untuk meningkatkan peluang bisnis mereka.ist/boy/edt

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain