OutlookTilapia 2024 untuk Bisnis Tilapia Indonesia

OutlookTilapia 2024 untuk Bisnis Tilapia Indonesia

Foto: By Dian


Bandung (TROBOSAQUA). Tahun yang berganti dari 2023 ke 2024, sekaligus menjadi saksi dari program kerja pertama untuk dunia nila (tilapia) Indonesia. Itulah kurang lebih yang disampaikan Alwi Tunggul Prianggolo, Ketua Asosiasi Tilapia Indonesia (ATI) ketika membuka kegiatan Outlook Tilapia 2024 ‘Optimalisasi Strategi Pengembangan Bisnis Industri Tilapia’ di Bandung-Jawa Barat(31/1).

 

“Kita juga harapkan kegiatan ini bisa berjalan rutin tiap tahunnya dan menjadi ajang silaturahmi, temu bisnis, dan pengembangan jejaring komunitas industri tilapia indonesia dari hulu ke hilir. Yakni mulai pembenihan, pembesaran, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran,” harapnya.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (Dirjen PB), Kementerian Kelautan dan Perikanan, TB Haeru Rahayu memberikan keynote speech dalam kegiatan kali ini. Haeru yang hadir via Zoom meminta agar asosiasi selalu melakukan konsolidasi dan koordinasi.

 

“Harapannya ke depan dapat meningkatkan dan menggeliatkan keekonomian perikanan khususnya budidaya ikan tilapia. Baik itu tilapia yang ada di darat,  maupun tilapia yang ada di payau yang kita kenal dengan nila salin,” paparnya.

 

Di samping itu, hadir pula melalui platform Zoom adalah Irma Minarti, Plt Direktur Produksi dan Usaha Budidaya, DJPB. Ia menjelaskan beberapa program yang tengah diusung oleh KKP.

 

Irma mengatakan bahwa nila merupakan salah satu komoditas unggulan yang diharapkan bisa dikembangkan dengan tujuan ekspor. Menurut Irma, nila merupakan komoditas yang banyak diminati baik pasar dalam negri maupun luar negeri.

 

“Kalau kita melihat pada 2022, nilai pasar tilapia dunia bisa mencapai 13,9 miliar USD dan diproyeksikan pada 2023 ini meningkat 21,6 miliar USD. Maka, tidak bisa dipungkiri juga disini nila menjadi penyumbang terbesar ekspor kedua produk perikanan budidaya setelah udang,” paparnya optimis.boy,dian/edt

 

 

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain