Rekomendasi SCI dan KKP Benahi Perudangan

Rekomendasi SCI dan KKP Benahi Perudangan

Foto: By Istimewa
Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Anggota SCI by sci

Jakarta (TROBOS AQUA). Berdasar data yang dihimpun SCI (Shrimp Club Indonesia) dari laman Jala, sepanjang 2023 terjadi kenaikan dan penurun harga udang vannamei per kilogram (kg) di tingkat petambak udang (farm gate price). Di 2023 terpantau harga udang tertinggi terjadi pada Mei dengan harga 5,39 USD untuk size 30 (1 kg isi 30 ekor atau ekor/kg); 4,36 USD untuk size 50; 3,88 USD untuk size 70; dan 3,38 USD untuk size 100.

 

Sementara itu, harga udang vannamei terendah terjadi di Desember. Dimana pada bulan tersebut harga udang mencapai 4,07 USD untuk size 30; 3,54 USD untuk size 50; 3,27 USD untuk size 70; dan 2,82 USD untuk size 100.

 

Bukan rahasia umum lagi banyak faktor penyebab terjadinya penurunan harga udang vannamei di tingkat petambak. Terdapat 7 faktor penurun harga udang, diantaranya; kondisi ekononomi global; ketergantungan terhadap pasar ekpor ke US (United States); penurunan demand dari US; peningkatan produksi dari negara produsen lain; adanya petisi anti subsidi (CVD) dan anti dumping (AD); beberapa cold storage mengurangi pembelian udang; dan ketidakseimbangansupply dandemand.

 

Penurunan harga bukan hanya berimbas ke petambak, namun juga berhasil mempengaruhi masyarakat luas. Jika dipersempit; didapati sejumlah efek yang dihasilkan oleh penurunan harga tersebut, yakni: penundaan waktu tebar; pengurangan padat tebar; perluasan tambak ditunda; investor tambak baru menunda investasi; penutupan tambak mulai terjadi di beberapa daerah; jumlah produksi udang menurun; dan lapangan kerja di industri udang menurun.

 

Untuk memecahkan sejumlah permasalahan itu, SCI melontarkan beberapa rekomendasi, antara lain; pembukaan akses pasar baru luar negeri dan dalam negeri; kemudahan dan kejelasan dalam berinvestasi; penyederhaan perizinan; kejelasan Rencana Tata Ruang Wilayah; penyediaan infrastruktur; penyediaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas; dan sertifikasi.

 

Berdasarkan audiensi bersama antara SCI dan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) pada (18/1) didapati beberapa pemecahan perihal harga udang. Diantaranya; MKP mengintruksikan Dirjen PDS (Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk) untuk menjamin dan memastikan tidak ada impor udang vannamei; KKP saat ini juga sedang dalam upaya membuka akses pasar luar negeri antara lain China dan Korea; MKP mendorong perbaikan kualitas udang diperlukan untuk lebih membuka peluang pasar luar negeri yang baru (kandungan air udang Indonesia relatif tinggi).

 

Lalu juga MKP meminta Dirjen PDS untuk menyelenggarakan semacam Indonesia Seafood Expo di April 2024 yang mempertemukan buyer udang sehingga bisa memperluas akses pasar udang (dalam dan luar negeri); Dirjen PDS meminta SCI untuk men-support data target produksi udang nasional per daerah di 2024; MKP akan memberikan dukungan yang bisa memberikan efek psikologis terhadap pasar dan juga dalam menjaga kelangsungan pelaku usaha antara lain melalui press conference (media statement).ist/dian/edt

 

 

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain