Bagas Adhi Kurniawan, Modernisasi Vannamei ala Shrimp Estate

Bagas Adhi Kurniawan, Modernisasi Vannamei ala Shrimp Estate

Foto: 


Metode modern budidaya vannamei ini diharapkan bisa menggenjot produksi udang nasional

 

 

Dilansir dari berbagai sumber, permintaan pasar terhadap udang secara global menempati peringkat kedua setelah salmon. Peluang pasar itu akan sayang sekali bila dilewatkan, terutama oleh Indonesia yang notabene punya potensi maritim melimpah.

 

 

Indonesia memasok sekitar 6,9 % pasar udang dunia. Angka tersebut bisa jadi belum signifikan. Namun, bagi Indonesia, angka ini menjadikan udang sebagai komoditas ekspor hasil laut unggulan nomor satu dengan negara tujuan utama Amerika Serikat, Jepang, dan China. Dalam kurun waktu 3 tahun pada 2020-2023 tercatat volume ekspor udang berfluktuasi dengan rata di angka sekitar 244 ribu ton. Nilai rata-rata 2,1 miliar USD atau sekitar Rp 31,8 triliun.

 

 

Dibandingkan dengan jumlah udang yang bisa diekspor, produksi udang di dalam negeri jauh lebih besar. Pada2023 misalnya angka produksi udang tercatat 1,1 juta ton.

 

 

Dengan potensi bahari yang dimiliki,pemerintah Indonesia memasang target produksi yang jauh lebih besar pada 2024 mendatang yakni sebanyak 2 juta ton.Proyek revitalisasi dan percontohan lewat tambak budidaya udang modern merupakan langkah awal yang dilakukan.

 

 

Shrimp Estate Kebumen Menjadi Contoh

Oleh karena itu pemerintah Indonesia terus memanfaatkan potensi ini melalui beragam upaya. Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah membangun shrimp estate

 

 

Program budidaya udang berskala besar berpeluang besar untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Pasalnya, pengembangan shrimp estate merupakan implementasi dari salah satu program prioritas, yakni pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor perikanan.

 

 

Haltersebut sejalan dengan target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250% pada 2024.Panen udang selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tingginya produktivitas ini tentu akan ikut meningkatkan ekspor, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dari sisi ekonomi.

 

 

Konsepshrimpestateatau Budidaya Udang Berbasis Kawasanmerupakan skema budidaya udang berskala besar dimana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan yang dibangun secara modern. Proses produksi di dalam program shrimp estate yaitu memanfaatkan teknologi supaya hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta ramah lingkungan yang sesuai dengan konsep budaya terintegrasi.

 

 

Konsep tersebut diantaranya yaitu pendekatan konsep hulu hingga hilir, korporasi perikanan budidaya berbasis kawasan dan zero waste, hilirisasi produk perikanan budidaya, akuakultur modern 4.0, dan pengolahan kawasan budidaya tambak udang secara terintegrasi. Model budidaya dalam satu kawasan (shrimp estate) dapat dikelola secara modern dan baik. Selain itu, terdapat standar kualitas termasuk kualitas air, instalasi, kualitas kawasan pesisirnya, di depannya (lokasi shrimp estate) harus penuh dengan hutan mangrove agar tidak terjadi abrasi.

 

 

 

Technical Advance Support and Marketing

PT JUARA Biolife Solution

 

 

Artikel ini sudah ditulis kembali di Majalah TROBOS Aqua edisi 138/ 15 November -14 Desember 2023

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain