Akuaponik Mandiri Ala Pondok Pesantren

Akuaponik Mandiri Ala Pondok Pesantren

Foto: Dok. TROBOS


Tingkatkan keterampilan santri dalam aplikasi perikanan dan pertanian, sekaligus menjadi solusi pemenuhan pangan secara mandiri

 

Akuaponik merupakan gabungan dari budidaya sayuran hidroponik dengan budidaya ikan tawar. Aplikasinya bisa dilakukan siapa saja, termasuk diterapkan di pondok pesantren. Menurut Ketua Umum Intani, Guntur Subagja Mahardika, pengenalan kegiatan akuaponik pun diharapkan bisa memberikan pengetahuan serta aplikasi kepada para santri dan pengurus pesantren.

 

Kegiatan akuaponik di pesantren, juga didukung oleh Mohammad Rokmat, CEO Pandanaran Greenhouse PP Pandanaran Hajar Aswad Gunung Kidul, Jogjakarta. Ia menggambarkan, kondisi saat ini di Pesantren Pandanaran Hajar Aswad mempunyai lahan untuk beternak unggas dan kolam ikan lele kecil, namun masih konvensional dengan pakan hanya berasal dari makanan sisa para santri. Sehingga menurutnya, sangat potensial untuk dikembangkan akuaponik.

 

Konsep Akuaponik

Rokmat menjelaskan, akuaponik merupakan gabungan dari budidaya sayuran hidroponik dengan budidaya ikan tawar seperti ikan mujair ataupun lele. “Budidaya dalam ember, merupakan pengembagan dari akuaponik, yang mana ikan dan tanaman dapat tumbuh dalam satu wadah. Teknik ini menjadi salah satu alternatif budidaya ikan yang lagi happening di masa sekarang ini dan dapat diterapkan untuk pemula. Karena bisa mengembangkan tanaman dan budidaya ikan dalam satu wadah, sehingga disebut – sebut sebagai solusi untuk masalah dalam budidaya tanaman dan ikan,” papar Rokmat dalam webinar Intani tentang akuaponik di pesantren beberapa waktu lalu.

 

Konsepnya juga sangat sederhana dan tidak membutuhkan modal besar serta tidak memerlukan ruangan atau kolam yang luas. Rokmat menerangkan, bahan yang dibutuhkan antara lain bibit lele sebanyak 60 ekor dengan ukuran 9-10 cm, gelas plastik mineral, batok arang kelapa, dan juga ember untuk ukuran 80 liter air.

 

Rokmat menuturkan, para santri dan pengurus pondok pesantren antusias dan riang gembira ikut kegiatan akuaponik ini. Termasuk diantaranya dalam kegiatan menanam dan meletakkan bibit di lubang-lubang paralon jaringan hidroponik.

 

“Dan kegiatan ini sama sekali tidak mengganggu kesibukan belajar. Termasuk kegiatan santri para penghafal al-Qur’an akan ikut serta menanam dan merawatnya, bahkan sampai memetik hasilnya untuk dimasak keperluan sehari-hari di pondok pesantren ini,” terang Rokmat.

 

Selain mudah untuk penanaman dan perawatan, imbuh Rokmat, hasilnya pun sangat bagus, karena bisa dipanen kapan saja manakala sudah waktunya, tidak tergantung cuaca musim panas atau musim hujan. “Lahannya pun bisa ditempatkan di beberapa lokasi yang strategis, mudah dijangkau anak-anak,” bebernya.

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 137/ 15 Oktober -14 November 2023

 
Aqua Update + Andalan Air Tawar + Cetak Update +

Artikel Lain