Pelatihan Olahan Ikan untuk Kesejahteraan Nelayan

Pelatihan Olahan Ikan untuk Kesejahteraan Nelayan

Foto: Dok. Dian, TROBOS Aqua


Karawang (TROBOSAQUA). “Kehidupan yang lebih baik diharapkan juga menjadi milik keluarga nelayan,” kata Irfan sapaan akrab Irfan Ihsani, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pancasila (UP). Oleh karenanya, melalui LPPM UP diadakanlah kegiatan ‘Pengolahan Abon Ikan serta Pelatihan Sanitasi dan Higienis, Desain Kemasan dan Pemasaran Digital’ di Desa Sungai Buntu-Karawang-Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada (25/9) dengan peserta ibu-ibu keluarga nelayan dari desa tersebut.

 


“Diharapkan kedepannya, hasil melautnya para nelayan bukan hanya sebatas ikan segar. Tetapi ikan tersebut sampai diolah menjadi suatu produk. Dengan begitu nilai ekonomis si ikan tadi akan bertambah. Nantinya kehidupan nelayan tersebut akan menjadi lebih sejahtera,” Irfan berharap.

 


Pelatihan pengolahan ikan diberikan oleh MS Fatoni owner Lo-ligo Food, selain itu juga diadakan acara sharing informasi-informasi dasar guna mendukung kemajuan produk pengolahan. Diantaranya yaitu, informasi seputaran sanitasi dan higienis disampaikan oleh Umi, sapaan akrab Umi Marwati, Dosen Fakultas Farmasi di Universitas Pancasila.

 


“Jika suatu usaha pengolahan ingin mengurus sertifikat izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), syarat utama yang perlu diperhatikan adalah higienis dan sanitasi. Ketika dinas kesehatan datang ke lokasi pengolahan untuk pengecekan, keduanya (higienis dan sanitasi) sudah tercapai maka usaha tersebut ‘oke’. Higienis dan sanitasi itu dilakukan mulai dari bahan baku datang hingga produk siap untuk didistribusikan,” ucap Umi kepada ibu-ibu Desa Sungai Buntu-Karawang.

 


Informasi selanjutnya yang dibagikan oleh Adi Wahyu Pribadi, Dosen Fakultas Teknik Informatika Universitas Pancasila mengenai desain kemasan. “Kita akan berfokus pada merek dan branding. Untuk merek dan logo buatlah sedemikian rupa sehingga mudah diingat. Untuk namanya pun juga begitu. Selain itu, harus ada komitmen dalam menjaga kualitas produk. Karena semuanya itu akan berpengaruh ke penjualan produk kita,” Adi memberikan saran.

 


Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah pemasaran. Kiat-kiat pemasaran olahan ikan diberikan oleh Sholihin Prihartono. Solihin berujar, masalah yang kerap mendera usaha pengolahan ikan adalah di pemasarannya.

 


Pemasaran, sambungnya, dapat dilakukan berbagai caranya. Diantaranya bisa dilakukan melalui bazar-bazar. Saat ini kegiatan bazar produk olahan perikanan yang rutin dilakukan itu ada di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan setiap sebulan sekali. Bazarnya dilakukan selama dua hari. Dan itu gratis. “Nah, itu adalah salah satu cara memasarkan produk pengolahan ikan saat ini dengan target konsumen yang cukup luas,” beber Solihin.dian/edt

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain