Sertifikasi Perikanan dalam Ekonomi Biru, Oleh: Kaisar Akhir

Implementasi ekonomi biru pada industri udang, contohnya melalui sertifikasi blue economy company index (BECdex), untuk nilai tambah bagi perusahaan
 

 

Ekonomi biru adalah pemanfaatan sumber daya kelautan dan perairan berkelanjutan guna mengurangi kelangkaan ekologis dan risiko lingkungan, meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan manusia, pekerjaan berkualitas, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, serta memastikan produksi dan konsumsi yang berkelanjutan yang mencakup semua pemangku kepentingan. Adapun dasar hukum ekonomi biru di Indonesia, di antaranya UU No 32 Tahun 2014 tentang Kelautan; Perpres No 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia dan sejumlah deklarasi regional ASEAN dan internasional, seperti G-20, APEC, dan lain-lain.

 


Indonesia memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan ekonomi biru, baik di Indonesia maupun di negara-negara mitra tersebut. Namun kondisi saat ini belum ada sebuah standar yang berlaku di Indonesia dan dunia sebelum sertifikat seperti blue economy company index (BECdex) untuk mengidentifikasi dan mensertifikasi perusahaan—perusahaan maritim yang telah menjalankan bisnisnya dengan memenuhi prinsip-prinsip ekonomi biru.

 


Sertifikat seperti ini dihadirkan untuk mengidentifikasi dan mensertifikasi perusahaan-perusahaan maritim yang menjalankan bisnisnya memenuhi prinsip-prinsip ekonomi biru untuk mendukung pencapaian SDGs di 153 negara pantai, utamanya Indonesia.

 


Harapannya, sertifikat ekonomi biru ini dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk budidaya akuakultur dan perikanan laut dan sektor-sektor lainnya. Di antaranya: transportasi laut, wisata bahari, bioteknologi kelautan, desalinasi air laut, energi laut terbarukan, minyak dan gas, mineral laut, industri pertahanan dan keamanan laut, riset dan pendidikan maritim.

 


Apa yang dimaksud dengan perusahaan maritim? Yakni perusahaan atau organisasi profit yang mengoperasikan bisnis mereka di sektor-sektor ekonomi biru atau bertempat/berlokasi di daerah pesisir/laut.

 


Nantinya, sertifikat ekonomi biru bisa bermanfaat sebagai label bahwa suatu perusahaan merupakan blue economy company tersertifikasi. Manfaat lainnya, sebagai perusahaan ekonomi biru akan mendapatkan apresiasi dan pengakuan atas usahanya mengimplmentasikan prinsip-prinsip ekonomi biru dalam rangka mendukung pembangunan berkelanjutan. Perusahaan nantinya bisa mem-branding dirinya sebagai perusahaan yang ramah lingkungan terhadap ekosistem laut dengan label blue economy company.

 


Sementara untuk pemerintah bisa terbantu dalam memandu dan menilai implementasi ekonomi biru oleh perusahaan-perusahaan maritim. Dan, pemerintah juga terbantu dalam mempercepat pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam negara pantainya masing-masing.  

 


Masyarakat pun juga memetik manfaat dari sertifikat ekonomi biru. Di antaranya, akan ada peningkatan pekerja nelayan; adanya peningkatan kesejahteraan dan hadirnya/terciptanya kesetaraan sosial dan keterlibatan masyarakat (inklusi sosial). Untuk lingkungan lautnya sendiri akan lebih sehat.

 


Aspek Sertifikasi Ekonomi Biru
Sebagai contoh, dalam sertifikasi ekonomi biru, memuat tiga aspek, yakni aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Dalam aspek lingkungan terdapat tiga prinsip, yakni: konservasi keanekaragaman hayati laut; pengendalian polusi di laut dan manajemen air dan energi. Dari tiga prinsip ini terdapat indikator yang perlu dipenuhi perusahaan maritim supaya diakui sebagai perusahaan ekonomi biru.

 

 

Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 135/15 Agustus - 14 September 2023

 
Aqua Update + Gelombang + Cetak Update +

Artikel Lain