Kamis, 29 September 2022

Nelayan Palembang Berlatih Membuat Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Nelayan Palembang Berlatih Membuat  Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Foto: ist/dok.KKP


Palembang(TROBOSAQUA.COM). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan kapasitas pelaku utama kelautan dan perikanan dengan memberikan  pembekalan pembuatan alat tangkap ramah lingkungan.

 

Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) menggelar pelatihan pembuatan alat tangkap ramah lingkungan gill net, bagi masyarakat nelayan di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Materi pelatihan disampaikan oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan.

 

Kegiatan ini diikuti 100 nelayan dari Palembang secara blended learning. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran nelayan dalam penggunaan alat tangkap ikan ramah lingkungan yang berdampak baik pada penangkapan ikan dan juga ekosistem laut.  

 

Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta menyampaikan perlu adanya kesadaran para nelayan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Produksi perikanan akan mengalami penurunan akibat overfishing dengan menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Banyak jenis ikan di laut semakin sulit di dapat.

 

Menurut dia pelatihan ini mendukung program strategis KKP dalam membangun sektor kelautan dan perikanan. Diantara program strategis itu adalah penangkapan ikan terukur. Nelayan yang telah mendapat izin menangkap ikan akan diberikan kuota penangkapan dan ketentuan zonasi penangkapan.

 

“Selain itu juga penetapan Kampung Nelayan Maju berperan dalam perencanaan kegiatan pemberdayaan ekonomi kawasan pesisir. BRSDM berkomitmen mendukung terwujudnya program tersebut dengan memberikan transfer ilmu kepada nelayan," tambahnya.

 

Para peserta dibekali cara pembuatan gill net mulai dari membuat desain, menghitung kebutuhan bahan dan alat, merakit alat tangkap, serta merawat alat tangkap. Alat pancing gill net merupakan salah satu jenis alat tangkap ikan dari bahan jaring, dengan memiliki bentuk empat persegi panjang dimana ukuran mata jaringnya sama.

 

Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, melalui pelatihan ini, para peserta diberikan pemahaman terkait penangkapan ikan sehingga potensi sumber daya laut terus berkelanjutan. Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pendapatan para nelayan.

 

"Di Indonesia sudah banyak alat tangkap ramah lingkungan yang digunakan nelayan termasuk gill net ini. Melalui pelatihan ini, memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana membuat dan merawat alat tangkap ini. Selain itu saya mengharapkan akan muncul wirausaha baru  atau kegiataan kelompok dalam membuat alat tangkap menjadi alternatif usaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan," tutur Lilly.

 

Pelatihan ini merupakan inisiasi dari Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Riezky Aprilia. Arahan Riezky Aprilia yang disampaikan oleh Tenaga Ahlinya Fuad Kurniawan. Dia menjelaskan ekosistem di kota Palembang terutama di Sungai Musi sudah banyak tercemar.

 

“Ditambah dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan sehingga dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dapat berpengaruh pada produksi dan kesejahteraan masyarakat," tutur Fuad.

 

Kepala Bidang Penangkapan Dinas Perikanan Kota Palembang Reni Septriani menuturkan, pelatihan pembuatan alat tangkap gill net merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas produktivitas nelayan di Kota Palembang.  

 

"Sebelumnya nelayan sudah melakukan pembuatan alat tangkap secara autodidak, saya berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan berkelanjutan, bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan," tuturnya.

 

Hamdi Jamil, salah satu peserta pelatihan dari Kelompok Usaha Bersama Tunas bakti mengatakan, para nelayan membutuhkan pelatihan pembuatan alat tangkap ramah lingkungan dan pihaknya bersyukur atas terselenggaranya pelatihan ini.

 

"Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami semua. Kami sangat membutuhkan pelatihan seperti ini  karena bisa menambah ilmu bagaimana cara membuat alat tangkap ramah lingkungan. Kami para nelayan mengharapkan, pelatihan seperti ini bisa terus diadakan," ucapnya.ist/ed/meilaka

 

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain