Sabtu, 17 September 2022

Inilah Cara Stabilisasi Harga dan Pasokan pada Musim Puncak Penangkapan Ikan

Inilah Cara Stabilisasi Harga dan Pasokan pada Musim Puncak Penangkapan Ikan

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Puncak musim penangkapan ikan menuntut pemerintah untuk turun tangan menyetabilkan harga dan pasokan ikan di sejumlah wilayah.

 

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merilis, pemerintah telah memfasilitasi kerjasama antara nelayan dengan industri pengolahan ikan. Maksudnya, untuk membuka akses pasar bagi nelayan saat pasokan ikan berlimpah agar memperoleh harga jual yang optimum.

 

Di pantai Prigi, kab Trenggalek, provinsi Jawa Timur yang tengah mengalami musim puncak penangkapan ikan sepanjang September dan diperkirakan sampai Oktober ini, produksi ikan akan melimpah. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi mencatat hasil tangkapan nelayan dalam sepekan terakhir yang masuk ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) mencapai 100 – 120 ton per hari.

 

"Kondisi ini menyebabkan penurunan harga ikan tongkol lisong dari kondisi normal Rp16.000/kg menjadi Rp10.000-Rp12.000 perkg," ujar Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Ishartini di Jakarta (13/9).

 

Ishartini memastikan, jajarannya telah mempertemukan Koperasi Pindang Prigi Jaya dengan nelayan dalam rangka memenuhi pasokan hasil perikanan. Dengan melimpahnya hasil tangkapan, selain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pindangnya sendiri, Koperasi Pindang Prigi Jaya juga bekerjasama dengan PT Maharani Artha Prima guna memasok bahan baku ke wilayah lain.

 

Dikatakannya, aksi jemput bola di kawasan produksi ini sangat penting guna menjaga stabilitas harga komoditas perikanan. “Upaya seperti ini seyogyanya dilakukan di titik produksi atau Pelabuhan Perikanan lain di saat produksi perikanannya berlimpah," sambungnya.

 

Melalui aksi jemput bola tersebut, Ishartini berharap para pelaku usaha industri, supplier, dan eksportir perikanan semakin terpacu untuk menyerap hasil tangkapan nelayan.

 

Senada, Direktur Logistik Ditjen PDSPKP, Berny A Subki menyebut fenomena musiman ini memiliki nilai strategis dan ekonomi hulu-hilir yang penting. Karenanya, hadirnya SLIN diharapkan bisa membangun, mengembangkan dan menguatkan sistem manajemen rantai pasokan ikan dan hasil perikanan yang terintegrasi, efektif dan efisien.

 

Terlebih kata kunci dari SLIN ialah sinergi antar entitas pelaku usaha yang terlibat dalam penataan distribusi hasil perikanan. Ke depan, dia menyebut pelaksanaan SLIN tetap dilakukan dengan dukungan digitalisasi, forecasting, termasuk alert system, mitigasi risiko, koordinasi dengan sektor lain dan Pemda.

 

"Termasuk juga pilihan langkah aksi di lapangan bersama para pelaku usaha,” terang Berny.

 

Sebagai informasi, selain di selatan Jawa Timur (WPP-573), Ditjen PDSPKP juga melaksanakan SLIN di Maluku Utara dan wilayah lainnya sekaligus bersinergi dengan unit Eselon I terkait di KKP. Pelaksanaan SLIN di Prigi ditandai dengan penataan distribusi hasil perikanan dalam mendukung pasokan dan ketersediaan bahan baku industri dan konsumsi di PPN Prigi di awal bulan ini.ist/ed/ntr

 

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain