Kamis, 15 September 2022

Dongkrak Kualitas untuk Rambah Pasar Udang

Dongkrak Kualitas untuk Rambah Pasar Udang

Foto: 


Berbagai upaya  pemasaran kerap dilakukan stakeholder perudangan nasional, targetnya produksi meningkat baik dari sisi kuantitas maupun maupun kuantitasnya
 
Udang merupakan salah satu komoditas ekspor yang kian digalakkan oleh pemerintah. Pasalnya biota air satu ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Sebagai salah satu negara produsen udang terbesar di dunia. 
 
Dan saat ini Indonesia terus bersaing di kancah internasional dengan pesaing-pesaingnya seperti India dan Ekuador untuk menghasilkan produk terbaik, baik dari sisi nilai dan kualitas. Lantas bagaimana upaya dan strategi apa yang dilakukan stakeholder perudangan dalam negeri untuk memasarkan produk udangnya di kancah internasional?
 
Kondisi Pasar
Diwawancarai beberapa waktu lalu Ketua Petambak Muda Indonesia (PMI), RIzki Darmawan mengatakan, pada awal tahun 2022 kondisi produksi udang di beberapa daerah nya relatif menurun. Selain dari produksinya terganggu karena cuaca dan penyakit yang kian datang. 
 
Di sisi lain, Rizki menjelaskan, ada kesulitan dalam menjual udang dalam ukuran–ukuran tertentu. Walaupun kondisinya saat ini relatif lebih sulit jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, semangat investasi pada sektor ini masih terlihat tinggi animonya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya investasi pembukaan tambak udang baru di berbagai daerah di dalam negeri. 
 
Terkait harga udang saat ini masih relatif sama pada tahun lalu, Rizki mengngkapkan, fluktuasinya tidak jauh berbeda dengan yang sudah dialami. Namun hanya pada ukuran besar saja agak sulit penjualannya ke luar negeri. Penyebabnya ukuran tersebut banyak juga diproduksi negara pesaing seperti India dan Ekuador yang lebih dekat dengan pasar. 
 
Hal tersebut juga terjadi karena keadaan ekonomi AS yang memburuk, sehingga konsui udang dibatasi. Serta banjirnya suplai udang ke negara tersebut mengakibatkan menurunnya market share udang dari Indonesia.
 
Menyoal strategi pemasaran, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budhi Wibowo menyempatkan waktunya untuk diwawancarai TROBOS Aqua. Ia sampaikan, bahwa tren industri pengolahan hasil perikanan di Indonesia perlu banyak melakukan langkah-langkah strategi dalam pemasaran dunia terutama produk yang menjadi primadona yakni udang vannamei. 
 
Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Budhi lanut menjelaskan, udang menjadi komoditas yang paling tinggi baik secara nilai maupun volume ekspornya pada tahun 2021. Produk-produk perikanan yang diekspor antara lain udang, Ikan, rumput laut, kepiting, cumi. Untuk udang sendiri berperan sekitar 39 % atau senilai $ 2.228.903.933.
 
Dan negara-nergara yang menjadi tujuan ekspor utama adalah Amerika Serikat (AS), Jepang, Tiongkok, dan Eropa. Pangsa pasar saat ini masih dalam tahap pemulihan pasca pandemi, pasalnya pada saat awal pandemi terjadi penurunan sekitar 80 %. Namun saat ini sudah sedikit membaik angka penurunannya sekitar 30 % jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. 
 
Sedangkan untuk pasar retail (konsumen akhir), kata Budhi, melalui penjualan modern market (pasar modern) dan penjualan online kian tumbuh pesat. Kemudian permnintaan akan produk-produk value added (nilai tambah) seperti siap saji dan siap masak (ready to cook & ready to eat) meningkat pesat. 
 
Menyinggung target pemerintah di tahun 2024, Budhi sampaikan, agar lebih jelas dan tidak bingung target tersebut yang semula di tahun 2019 secara volume 207.000 ton, dan value (nilai) 1,7 miliar dollar. Ditargetkan pada tahun 2024 depan angkanya mencapai 4,2 miliar dollar.
 
 
 
Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 124/15 September - 14 Oktober 2022
 

 
Aqua Update + Inti Akua + Cetak Update +

Artikel Lain