Rabu, 20 Juli 2022

Bahas Kabar Pakan Terkini dalam Indonesia Aquafeed Conference 2022

Bahas Kabar Pakan Terkini dalam Indonesia Aquafeed Conference 2022

Foto: Dok. TROBOS Dini


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Pandemi Covid-19 global, kekeringan ekstrem pada produsen protein nabati utama, dan perang di Ukraina telah menyebabkan banyak efek pada produksi dan perdagangan ikan, termasuk pasokan bahan pakan untuk produksi aquafeed di seluruh dunia. Persepsi masyarakat terhadap ikan atau produk makanan laut yang mereka beli juga telah berubah seiring dengan semakin banyaknya permintaan masyarakat akan makanan laut yang aman dan berkelanjutan.


Untuk menanggapi permasalahan yang saat ini terjadi maka kembali diadakan Indonesia Aquafeed Conference (IAC) 2022. Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Ekspor Kedelai Amerika Serikat (USSEC), Direktorat Jenderal Akuakultur MMAF, dan Asosiasi Pabrik Pakan Indonesia (GPMT); dengan dukungan dari media resmi TROBOS Aqua & Agristream TV; dan diselenggarakan oleh Trobos Communication (TComm).


Acara IAC kali ini disponsori oleh EVONIK, Alltech, PT STP (Suri Tani Pamuka), PT Shinta Prima Feedmill, PT Matahari Sakti, Food Export Midwest USA, Food Export USA Northeast, Iowa Soybean Association, Nebraska Soybean Board, South Dakota Soybean, North Dakota Soybean Council, ASA International Marketing, dan United Soybean Board.


Acara ini diselenggarakan selama 2 hari, (20-21/7) di Swissotel Pantai Indah Kapuk (PIK) Avenue, Jakarta. Acara kali ini dihadiri lebih dari 100 orang dari berbagai daerah yang terdiri dari perusahaan pakan, akademisi, pemerintah, ahli gizi, formulator pakan, pemasaran pakan, serta pihak lainnya yang berkegiatan dengan budidaya dan pakan.


Turut hadir dalam acara yaitu Ujang Komarudin, Direktur Pakan dan Obat Ikan, Direktorat Jendera Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan mewakili Dirjen PB, TB Heru Rahayu. Dalam kata sambutannya, Ujang mengatakan, tantangan terbesar yang saat ini dihadapi adalah bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional di saat kondisi sedang mengalami penurunan lingkungan, serta perubahan lingkungan dan iklim. Yang mana semuanya memberikan dampak buruk berupa menurunnya produktivitas akuakultur. “Mari bersama-sama kita menciptakan perkembangan pangan kontinue,” ucap Ujang mengajak semuanya untuk kian semangat mengatasi permasalahan mengenai pakan ini.


Hadir pula Jasmine Osinski, USDA Agriculture Attache memberikan sambutan. Dalam acara IAC tersebut, Jasmine mengatakan, akuakultur Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkat sebanyak 5% setiap tahun. Selain itu, ekonomi Indonesia pun naik secara bertahap.


“Sebanyak 70% ekspor udang Indonesia berakhir dipiring warga AS (Amerika Serikat). Berdasarkan berbagai survei, warga AS ketika makan di resto atau tempat makan lainnya, mereka akan lebih memilih makanan seperti ikan dan kerang. Maka dari itu, mari lebih banyak menghasil produk akuakultur berkualitas untuk konsumen dunia,” kata Jasmine sembari tersenyum renyah.


Acara kemudian dimulai dengan sesi pertama dimoderatori Harris Priyadi, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI). Hadir sebagai narasumber pertama yaitu Henry Wong, PT Alltech Biotechnology Indonesia yang membahas survei pakan akuakultur dan mikotoksin serta implikasinya terhadap Industri pakan Indonesia.


Narasumber kedua yaitu Nguyen Van Tien, PT Evonik Indonesia. Pada pemarannya, Nguyen mengangkat tema mengenai solusi digital dan big data untuk manajemen kualitas bahan baku pakan di produsen pakan.  Dilanjutkan Lukas Manomaitis, USSEC yang memaparkan mengenai tantangan keberlanjutan masa depan untuk pasokan bahan pakan global via online.


Kemudian acara dilanjutkan dalam sesi kedua dimoderatori Pamudi, USSEC dengan pemaparan dari narasumber Dominique Bureau, University of Guelph. Ia memaparkan mengenai formulasi aquafeed di saat ketidakstabilan harga komoditas. Kemudian Allen Davis, University of Auburn yang memaparkan mengenai berbagai aplikasi enzim dalam produk aquafeed. Dilanjutkan dengan Ichsan Ahmad Fauzi, IPB University yang membahas mengenai aditif pakan dalam akuakultur.


Sesi ketiga dimoderatori Ardian, PT STP dan enghadirkan Kafi Kurnia yang membahas mengenai US Food Export Midwest. Lalu ada Mian Riaz, Texas A&M University yang membahas mengenai pemilihan bahan dan kontrol kepadatan dalam produksi pakan. Narasumber yang terakhir yaitu Jesse Mitchell, Wenger yang membahas perihal peningkatan kualitas pakan dengan teknologi manufaktur canggih. Pada hari pertama ini, ditutup dengan penyampaian ringkasan acara oleh Denny Mulyono, Ketua GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak.edt/dian

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain