Senin, 4 Juli 2022

Membangun Desa Perikanan Cerdas

Membangun Desa Perikanan Cerdas

Foto: dok.istimewa


Karawang (TROBOSAQUA.COM). Politeknik Kelautan dan Perikanan telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pelatihan dan sosialisasi teknis dengan berbagai tema pada pekan terakhir Juni 2022.

 

Catur Pramono Adi, staf pengajar Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang menjelaskan, tema sosialisasi diantaranya keselamatan kerja pada kapal penangkapikan, diseminasi diversifikasi olahan ikan bandeng, sosiallisasi teknologi desalinasi sederhana, dan pendampingan budidaya ikan nila salin.

 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan langkah Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang mempersiapkan sumberdaya manusia unggul untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang berprinsip nilai ekologi atau lingkungan lestari berbasis digital. Selanjutnya dikembangkan menjadi desa perikanan cerdas (smart fisheries village) agar dapat menjadi pilot project  perkembangan dunia kelautan dan perikanan bagi desa lain di kabupaten Karawang.

 

Menurut dia, smart fisheries village diprogramkan untuk menyinergikan antara riset dan teknologi dengan peningkatan sumberdaya manusia  melalui pelatihan dan teaching factory serta mewujudkan kegiatan usaha perikanan yang terhubung dari hulu ke hilir guna menciptakan desa mandiri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Tambaksari, kecamatan Tirtajaya.

 

Pengembangan desa inovasi melalui model smart fisheries village yang akan dijalankan ini, juga akan menjadi sinergi dengan pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. Adapun, karakteristik smart fisheries village yakni memiliki nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

 

Adapun tujuan pembentukan desa inovasi pada kawasan smart fisheries village ini, Catur menguraikan adalah  mendayagunakan pemanfaatan iptek untuk meningkatkan daya saing usaha, membangun interaksi antara dunia iptek dengan desa. Kemudian mendorong masyarakat (desa) untuk mengikuti perkembangan iptek. Selain itu, untuk menciptakan produk unggulan spesifik desa (daerah) yang berkualitas.

 

Selain mempromotori agar tumbuh bisnis perikanan baru dari warga masyarakat setempat, smart fisheries village diharapkan juga menarik perhatian pelaku usaha dari luar untuk mendukung perkembangan bisnis di desa perikanan cerdas ini, melalui pembangunan jejaring usaha dengan skema yang saling menguntungkan.

 

Peran penyuluh menjadi sangat penting dalam mengawal dan melakukan monitoring terkait kegiatan pelatihan di kawasan  tersebut,” pungkas Catur.ist/ed/ntr

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain