Sabtu, 2 Juli 2022

Rumput Laut Si Penyerap Karbon

Rumput Laut Si Penyerap Karbon

Foto: 


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Salah satu komoditas yang menguntungkan secara ekonomi juga sangat ekologis adalah rumput laut. Rumput laut merupakan komoditas akuakultur yang paling aman secara ekologis. Rumput laut menyerap karbondioksida (CO₂) dan mengubahnya menjadi senyawa organik penting. Rumput laut juga tidak menghasilkan limbah karena sejak budidaya tidak memanfaatkan pemupukan dan pakan. Hasil panen rumput laut juga tidak menghasilkan limbah karena dapat dimanfaatkan seluruhnya.
 
Sebagai kelompok tumbuhan, rumput laut merupakan penyerap karbon. Sebagaimana tumbuhan di darat, rumput laut berfotosintesis dengan mengonsumsi karbondioksida untuk menghasilkan senyawa organik, seperti karbohidrat, protein, dan lain-lain. Rumput laut mempunyai kemampuan menyerap karbon sangat potensial. 
 
Hasil penelitian pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Teluk Gerupuk, Nusa Tenggara Barat tahun 2012 menunjukkan bahwa, laju serapan karbon oleh K. alvarezii yang dibudidayakan dengan sistem tali panjang (long line) sebesar 75,79 ton CO₂/ha/tahun (Erlania, 2013). Selain K. alvarezii, rumput laut spesies Gracilaria gigas dan Laminaria sp juga memiliki kemampuan relatif tinggi dalam menyerap karbon, yaitu 220,22 ton dan 118,73 ton CO₂/ha/tahun. Ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan padang lamun dan ekosistem mangrove yang hanya 18,70 ton dan 8,14 ton CO₂/ha/tahun (Erlania, 2013). 
M. Ghufran H Kordi K

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain