Rabu, 8 Juni 2022

Bimtek Menuju Sertifikasi Marine Stewardship Council

Bimtek Menuju Sertifikasi Marine Stewardship Council

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Bimbingan Teknis (Bimtek) Perikanan Komprehensif Tingkat 2 digelar untuk mengimplementasikan program perbaikan perikanan ( Fishery Improvement Program, FIP).

 

Bimtek ini merrupakan kerjasama Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Marine Stewardship Council (MSC). Bimtek Tingkat 2 MSC ini merupakan kali kedua setelah peluncurannya pada Juli 2021. Platform yang digunakan telah dirancang untuk memperkuat pemangku kepentingan perikanan.

 

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ridwan Mulyana mengatakan kerja sama KKP dengan MSC memberikan kesempatan langsung untuk meningkatkan kompetensi sebagai ahli perikanan berstandar global MSC. Pengembangan kapasitas dalam bentuk bimtek ini juga menjadi kontribusi Indonesia dalam mengembangkan dan menunjang perwujudan praktik perikanan berkelanjutan di Indonesia.

 

“Selain itu, bimtek juga meningkatkan pemahaman teknis yang diperlukan dalam perbaikan dan memenuhi persyaratan standar perikanan MSC yang merupakan standar keberlanjutan global bagi perikanan tangkap,” terangnya.

 

Program ini merupakan kombinasi kursus mandiri dan diskusi melalui platform daring yang dipandu langsung oleh narasumber MSC. Platform pelatihan mencakup materi tingkat menengah “ Moving Towards MSC Certification ” yang membahas secara rinci teknis Standar Perikanan MSC, termasuk rangkaian kegiatan pembelajaran.


Bimtek tersebut diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari KKP, dinas kelautan dan perikanan 5 provinsi (Bali, NTB, Maluku, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan), Universitas Syiah Kuala, Universitas Udayana, IPB University, Politeknik AUP KKP, NGO, serta perwakilan Asosiasi Pengolah Rajungan Indonesia, Asosiasi Demersal Indonesia, PT Sahabat Laut Lestari, Aruna, PT Cassanatama Naturindo dan PT Sekar Laut Tbk. Peserta akan menjalani bimtek guna mendalami materi teknis perikanan menuju sertifikasi MSC yang akan diimplementasikan pada program perikanannya masing-masing.



Ridwan menambahkan, saat ini beberapa komoditas perikanan di Indonesia sedang dalam tahapan proses menuju standar keberlanjutan MSC, antara lain perikanan rajungan, udang, cumi-cumi, kembung, teri, tongkol, kepiting, kakap, dan kerapu.



“Dengan standar keberlanjutan MSC ini, tidak hanya menunjang keberlanjutan perikanan saja, tetapi juga memperluas pasar ekspor hasil perikanan dengan memiliki branding sehingga menambah nilai jual yang sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat perikanan tersebut,” jelasnya.



Hadir pada saat pembukaan bimtek, Direktur Regional Asia Pasifik MSC Patrick Caleo mengatakan keikutsertaan pemerintah menjadi kunci dalam perbaikan untuk mendorong tercapainya keberlanjutan perikanan secara lebih strategis. Dia mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang berkomitmen dan mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan.



“Ketika suatu produk perikanan berhasil memenuhi standar sertifikasi, ini harus dipertahankan, dan terus dilanjutkan. Untuk bersertifikasi MSC, komoditas perikanan harus menunjukan stok ikan yang sehat, minim dampak terhadap lingkungan, dan memiliki pengelolaan yang efektif melalui penilaian yang dilakukan oleh pihak ketiga,” ungkapnya.



Bimtek ini akan berlangsung selama dua minggu hingga 17 Juni 2022 dan disampaikan melalui platform Sistem Manajemen Pembelajaran LearnUpon. Pelatihan dipandu oleh tim yang terdiri dari staf MSC dan konsultan pihak ketiga yang memiliki pengalaman dalam penilaian perikanan MSC.



Setelah menyelesaikan bimtek ini, para peserta akan mengikuti uji kompetensi. Ini merupakan syarat bagi peserta untuk menjadi Konsultan Teknis MSC, ahli perikanan yang terbukti memahami persyaratan Standar Perikanan MSC dan memiliki kemampuan untuk mengembangkan dan mengelola implementasi FIP. ist/ed/ntr

 

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain