Senin, 25 April 2022

Genjot Produktivitas Kampung Bandeng, Cegah Alih Lahan Tambak

Genjot Produktivitas Kampung Bandeng, Cegah Alih Lahan Tambak

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Kampung Bandeng di kab Gresik yang sangat produktif mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta pemda untuk mempertahankan lahan dan kawasan tambak bandeng itu, agar tidak tergusur oleh industri lain.

 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya - Tb Haeru Rahayu menyatakan selain dukungan dan partisipasi masyarakat, faktor kunci dalam keberlangsungan dan kesuksesan program kampung perikanan budidaya bandeng adalah keberadaan lahan tambak yang tetap produktif. Sehingga dibutuhkan komitmen pemerintah daerah untuk serius menjaga lahan tambak jangan sampai hilang.

 

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP menetapkan Gresik sebagai kampung perikanan budidaya ikan bandeng sejak beberapa waktu lalu. Karena memiliki potensi lahan yang sangat baik, memiliki hamparan lahan tambak yang mencapai 28 ribu hektar, dan produksi  87 ribu ton per tahun, atau setara Rp1,4 triliun.

 

Tebe – sapaan akrab Tb Haeru Rahayu - angka itu bukan sedikit bahkan bisa terus meningkat jika terus dikembangkan.  Selain memiliki lahan tambak yang luas, di Gresik juga memiliki potensi sumber daya alam seperti pakan alami, serta potensi sumber daya manusia yang mendukung seperti yang terdapat di desa Pangkahwetan, kecamatan Ujungpangkah, kab Gresik.

 

“Lahan tambak menjadi hal yang perlu diperhatikan, dan perlu dijaga keberadaannya. Pembangunan kampung perikanan budidaya ikan bandeng di Kabupaten Gresik ini menjadi upaya KKP mengembangkan perekonomian lokal dan daerah berbasis perikanan budidaya terintegrasi yang menghasilkan produksi kontinu dan terjadwal, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya,” tukas Tebe.

 

Menyikapi hal tersebut, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengaku berkomitmen untuk bersama-sama menjaga lahan tambak yang ada di Kabupaten Gresik. Bahkan menurutnya kabupaten Gresik melalui penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten Gresik untuk menjaga lahan tambak di Kabupaten Gresik tetap terjaga.

 

“Kami sudah punya Perda, untuk menetapkan kawasan perikanan di Perda RTRW, sehingga lahan tersebut tidak akan tergerus, dan akan tetap menjadi tambak,” ujar Bupati Fandi.

 

Dia juga mengaku berterima kasih kepada KKP melalui DJPB yang telah menetapkan kabupaten Gresik sebagai kampung perikanan budidaya ikan bandeng. Dengan ditetapkan sebagai kampung perikanan budidaya ikan bandeng, diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan bandeng di Kabupaten Gresik, di mana pengembangan kampung perikanan budidaya sangat diperlukan terjalinnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten, bahkan tingkat desa.

 

Kepala Desa Pangkahwetan, Syaifullah Mahdi menyampaikan, dengan terbentuknya kampung perikanan budidaya ikan bandeng di Gresik mampu meningkatkan produksi ikan bandeng, dan mampu menangkap peluang usaha budidaya ikan bandeng untuk pasar ekspor di masa depan.

 

Dia menuturkan saat perayaan Ramadan dan Idul Fitri, masyarakat Gresik memiliki tradisi mengonsumsi ikan bandeng sebagai menu hidangan hari raya, sehingga mengerek harga bandeng mencapai 25 ribu/kg untuk ukuran 300-350 gram/ekor.

 

“Momen tersebut menjadi salah satu momen paling baik untuk menjual ikan bandeng asal Kabupaten Gresik,” tambah Sandy, panggilan akrabnya.

 

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo - Boyun Handoyo pihaknya terus melakukan pendampingan teknologi produksi pakan mandiri, penyediaan benih, dan terus menyempurnakan teknik produksi untuk peningkatan produktivitas ikan bandeng.

 

“Pendampingan dan monitoring kesehatan ikan dan lingkungan budidaya juga akan terus kami jalankan ke depan,” tukas Boyun.

 

Selain itu, untuk mendukung keberlangsungan budidaya di kampung perikanan budidaya ikan bandeng Gresik, Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara (BBPBAP) Jepara - Supito memberikan bantuan 2,1 ton pakan sebagai stimulus budidaya ikan bandeng di Kabupaten Gresik. Sekaligus, sebagai pengenalan pakan mandiri yang diproduksi oleh BBPBAP Jepara.

 

"Harga pakan mandiri yang dibuat di BBPBAP Jepara sangat ekonomis sekitar kurang lebih Rp 8 ribu per kg dengan kandungan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan bandeng. Melalui pakan mandiri tersebut, diharapkan bisa menambah penghasilan pembudidaya," tukas Supito.ist/ed/ntr

 

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain