Jumat, 15 April 2022

Menjawab Tantangan Global Perudangan

Menjawab Tantangan Global Perudangan

Foto: Istimewa


Selain faktor pakan, rendahnya produksi tambak tradisional menjadi tantangan yang harus dikelola pemerintah
 
Budidaya udang menjadi komoditas atau target utama yang dikembangkan oleh pemerintah. Di sisi lain, tantangan pakan menjadi faktor satu faktor pembatas. Seperti diutarakan  drh Desianto B Utomo, Ketua GPMT (Gabungan Perusahaan Makanan Ternak). Produksi pakan tidak terlepas dari beragam tantangan yang muncul, mulai dari ketersediaan bahan baku, ongkos kirim, serta pengaruh global. 
 
Ia menyebut, sejauh ini persentase pakan udang tidak terpengaruh oleh pandemi. Namun, cost-nya tidak sebagus tahun-tahun sebelum badai Covid 19 muncul. 
"Saat ini harga bahan baku mengalami kenaikan, misalnya seperti jagung dan minyak. Tentu saja ini sangat berpengaruh pada produksi pakan yang dihasilkan, ditambah lagi dengan kondisi global yang belum kondusif," tutur Desianto.
 
Menurut keterangannya dalam webinar tentang outlook ungags dan udang beberapa waktu lalu, pengaruh global yang dimaksud adalah kondisi perang yang terjadi saat ini. Dimana, Ukraina merupakan salasatu negara penghasil gandum terbesar di dunia. Oleh karena itu, hal ini sangat mempengaruhi produksi pakan yang ada di indonesia, sebab perusahaan pakan mengimpor gandum dari negara tersebut. 
 
"Adapun juga ongkos angkut mengalami peningkatan biaya. Ditambah kontainer yang saat ini langka, membuat perusahaan-perusahaan pakan kesulitan dalam proses produksi," tambahnya.
 
Selain itu, terdapat pengenaan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan bea masuk terhadap beberapa jenis bahan pakan impor. “Yang mana, hal ini masih menjadi satu faktor penyebab harga pakan menjadi mahal,” beber Desianto. 
 
Untuk produksi pakan udang, sebut Desianto mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. “Sebanyak 25 persen pakan akuakultur didominasi oleh pakan udang. Produksi pakan dari 2019 mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimana pakan udang vannamei berhasil diproduksi 359.059 ton. Disusul pada 2020, produksi pakan udang mengalami peningkatan hingga mencapai 392.410 ton, kemudian pada 2021 meningkat sampai 412.031 ton,” urai Desianto. 
 
Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 119/15 April - 14 Mei 2022

 
Aqua Update + Primadona + Cetak Update +

Artikel Lain