Sabtu, 9 April 2022

Pemerintah Pastikan Percepatan Pembangunan 5 SKPT di Pulau Terluar

Pemerintah Pastikan Percepatan Pembangunan 5 SKPT di Pulau Terluar

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM). Pemerintah memastikan percepatan penyelesaian pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) pulau terluar menyusul telah selesainya pembangunan SKPT Biak tahun 2021.

 

“Tahun 2020 dan 2021 adalah tahun pandemi, jadi adanya keterlambatan karena harus ada approval dari JICA dan JICA consultant tidak bisa datang ke sini,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Chief Representative JICA Indonesia Shigenori Ogawa dan rombongan di Gedung KKP, Jakarta, Kamis (7/4/2022).

 

Dia pun menyatakan percepatan dimaksud meliputi pembangunan SKPT Sabang, Natuna, Morotai, Moa, dan Saumlaki. Pembangunan keenam SKPT sendiri dilakukan dalam dua tahap, yakni phase 1 dan 2 menggunakan dana hibah dari pemerintah Jepang sebesar 5,5 miliar Yen.

 

Pembangunan SKPT di pulau terluar merupakan hasil kerja sama Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).

 

Menteri Trenggono mengungkapkan karena situasi pandemi Covid-19, terjadi keterlambatan pembangunan lima SKPT di pulau terluar. Sehingga percepatan pembangunan harus dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas subsektor perikanan tangkap, terlebih KKP segera menerapkan kebijakan penangkapan terukur.

  

Mempercepat penyelesaian pembangunan lima SKPT ini, KKP telah merancang skema pelaksanaan tender guna mendapatkan penyedia jasa konstruksi (kontraktor) pelaksana kegiatan yang berkualitas. Pekerjaan yang direncanakan adalah pembangunan pelabuhan perikanan dan pasar ikan.

 

“Akhir Juli atau awal Agustus sudah bisa mulai konstruksi fisiknya,” tambah Direktur Kepelabuhan Ditjen Perikanan Tangkap KKP Tri Aris Wibowo.

 

Sementara itu, Chief Representative JICA Indonesia Shigenori Ogawa mengungkapkan pihaknya siap mendukung percepatan penyelesaian pembangunan. Rencananya, proyek strategis ini akan menjadi pembahasan dalam pertemuan pemimpin kedua negara pada rangkaian kegiatan puncak G20 menjelang akhir tahun nanti.

 

“Kami mengharapkan proses konstruksi bisa dimulai bulan Agustus, dan kalau ada yang bisa dibantu untuk menyiapkan lelang oleh JICA tolong disampaikan. Proyek ini merupakan proyek yang strategis dan simbolis antara dua negara, jadi kemungkinan di pertemuan G20 akan dibahas juga,” terang Ogawa.

 

Selain membahas pembangunan SKPT, dalam pertemuan tersebut dibahas pula potensi kerja sama lainnya di masa yang akan datang, seperti pembangunan dermaga kapal pengawas, pelatihan awak untuk peningkatan kualitas pengawasan, serta pembangunan pelabuhan perikanan di zona-zona penangkapan ikan terukur.ist/ed/ntr

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain