Selasa, 15 Maret 2022

Jala Tech Lakukan Pendampingan Petambak Udang

Jala Tech Lakukan Pendampingan Petambak Udang

Foto: 


Gandeng BBPBAP Jepara mendampingi petambak untuk meningkatkan produktivitas
 
Jala Tech menggandeng Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara-Jawa Tengah (Jateng), melakukan pendampingan kepada petambak udang di Banyuwangi-Jawa Timur. “Pada pertengahan 2021 lalu kami mengajak BBPBAP Jepara untuk melakukan pendampingan kepada beberapa petambak udang di daerah Banyuwangi- Jawa Timur,”  tutur Christine Kombong, Community Development Manager Jala Tech.
 
Dia menyebut, alasan program pendampingan ini, yaitu masih adanya kelompok-kelompok petambak yang cukup kesulitan meningkatkan produktivitas kolamnya. Oleh karena itu, Jala Tech mencoba bekerjasama dengan kelompok-kelompok petambak. 
 
Kerjasama pendampingan ini melalui penerapan sistem biosecurity serta pemberian fasilitas teknologi dan upgrade kolam tambak menjadi semi intensif. “Dengan adanya pendampingan ini nantinya para petambak bisa memanfaatkan teknologi, serta menerapkan penggunaan data dalam mmelakukan budidaya,” tutur Christine.
 
Alhasil, beber Christine, raihan positif pun diraup kelompok petambak yang didampingi. “Dengan kerjasama teknologi dan pengarahan teknis dari BBPBAP Jepara, petambak kami berhasil meningkatkan produksi hingga satu ton dari yang sebelumnya hanya menghasilkan 200-500 kilogram dalam satu kolam,” papar Christine.
 
Selain peningkatan produktivitas, masa budidaya juga bertambah dua kali lipat dari yang sebelumnya, dengan size udang yang didapatkan mencapai 92. “Selain meningkatkan produktivitas, tujuan kita juga untuk melatih petambak kecil agar terbiasa dan lebih memanfaatkan teknologi. Menerapkan penggunaan data agar hasil panennya meningkat,” imbuhnya.
 
Sepanjang 2021 sudah ada 100 petambak yang diberikan pendampingan oleh Jala Tech, meliputi daerah Banyuwangi,  Pemalang, dan Purworejo. Christine menyebut, program dengan BBPBAP Jepara juga akan terus dilanjutkan di tahun ini,  dengan harapan kegiatan tersebut dapat terus menciptakan efek positif bagi petambak udang.
 
Apresiasi BBPBAP Jepara
Bayu Romadhana, perekayasa udang dari BBPBAP Jepara sangat mengapresiasi program gandengan swasta-pemerintah ini. Terlebih, tujuannya untuk peningkatan produktivitas dengan penerapan teknologi seperti biosecurity. “Tentunya kami berterimakasih kepada pihak Jala Tech yang sudah mengajak BBPBAP Jepara untuk melakukan pendampingan kepada petambak peningkaudang. Kita bisa lihat, penerapan budidaya dengan biosecurity dan kontrol berbagai aspek, memberi hasil meningkatnyajumlah produksi serta kualitas panen udang,” papar Bayu.
 
Tantangan Pendampingan
Dalam penerapannya, program ini tentunya tidak bisa terlepas dari tantangan yang dihadapi oleh petambak maupun pendamping penyuluh. Adi Firman Hidayatulloh, pendamping petambak menuturkan, tantangan serta kendala yang dihadapi selama ini tidak jauh dari kondisi dan situasi lapangan. 
 
Seperti kondisi kontruksi tambak yang perlu diperbaiki, lahan yang susah dilakukan pengeringan, tambak yang belum dialiri listrik, serta kondisi parit yang lebih tinggi dari air kolam dan menyulitkan sirkulasi.
 
“Tantangannya tidak hanya itu saja, cuaca yang ekstrem juga sering kali menjadi penyebab perubahan salinitas. Dengan kondisi kolam yang sudah penuh, sangat sulit untuk menaikan kadar garam yang ada di tambak,”  papar laki-laki yang akrab disapa Firman tersebut.
 
Terlepas dari itu, program Jala Tech bersama BBPBAP berhasil mencapai target serta tujuannya. Mulai dari pendekatan secara personal dan menyelaraskan pikiran dengan para petambak, melakukan perbaikan tambak dengan pokok utama penerapan biosecurity, monitoring, serta melaksanakan kaidah-kaidah budidaya. TROBOS/Adv

 
Aqua Update + Advertorial Aqua + Cetak Update +

Artikel Lain