Selasa, 15 Maret 2022

Langkah Penetrasi Digital di Perudangan

Langkah Penetrasi Digital di Perudangan

Foto: Dok. TROBOS Dini


Teknologi digital semakin dikenal masyarakat, inovasi sudah dikembangkan, tinggal bagaimana aplikasinya menghadapi tantangan di lapangan
 
Teknologi memainkan peran penting dalam dunia perikanan saat ini, khususnya dalam meningkatkan produktivitas. Akuakultur sebagai bagian dari perikanan, terang Gibran Huzaifah, CEO efishery merasakan betul peran teknologi ini, terutama teknologi digital. 
 
“Dari riset kita di lapangan, pembudidaya pun sudah menyadari pentingnya teknologi digital dalam berbudidaya. Sekitar 48,46% responden menyebut teknologi digital sangat penting dalam berbudidaya, dan 47,9% lainnya menyebut teknologi ini penting,” beber Gibran.
 
Lantas, sejauh mana keakraban pembudidaya dengan teknologi digital, Gibran pun memberikan penjelasan. Sejauh ini, dari penelitian yang dilakukan timnya, ia jabarkan faktor utama yang mempengaruhi penetrasi pembudidaya terhadap teknologi. 
 
Faktor pertama, ucap Gibran, adalah lama siklus budidaya dan komoditasnya. Yang mana bila siklus budidayanya pendek, pembudidaya akan cenderung lebih cepat mengadopsi teknologi yang ditawarkan. 
 
Faktor kedua, adalah tingkat ketergantungan pada bandar. Dimana, pembudidaya yang terikat dengan satu bandar cenderung lebih bersedia menggunakan teknologi yang ditawarkan.
 
“Dan faktor ketiga, adalah ketersediaan pasar untuk penjualan hasil panen. Dimana, pembudidaya yang memiliki keterbatasan akses untuk menjual hasil panen cenderung lebih bersedia mengadopsi teknologi yang ditawarkan,” tutur Gibran dalam acara hybrid tentang outlook perikanan beberapa waktu lalu.
 
Penetrasi Teknologi di Perudangan
Dari faktor penetrasi teknologi ini, bisa dilihat pembudidaya sudah bisa memilih inovasi teknologi apa yang ia butuhkan untuk usahanya. Ditambah, sebetulnya peran inovasi teknologi sudah bisa memberikan manfaat bagi kegiatan budidaya. Rokhmin Dahuri, Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) menguraikan, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam akuakultur telah makin berkembang beberapa tahun terakhir. 
 
Ia mencontohkan perkembangan inovasi teknologi di perudangan yang menjadi unggulan produksi perikanan budidaya nasional. Perkembangan iptek di dunia perudangan, papar Rokhmin, antara lain pengembangan benih unggul SPF (Specific Pathogen Free) dan SPR (Specific Pathogen Resistant); serta formulasi pemberian pakan udang otomatis dan real time. 
 
Di samping itu, inovasi teknologi lainnya berupa pengendalian hama dan penyakit; manajemen kualitas air; teknologi budidaya bioflok dan RAS (Recirculating Aquaculture System); teknologi bentuk kolam seperti kolam bundar; aplikasi biosekuriti; hingga aplikasi industri 4.0. “Hasilnya, telah bisa meminimalisir risiko gagal panen sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha budidaya,” papar Rokhmin dalam acara yang sama.
 
Generasi teknologi industri 4.0 pun, ujar Rokhmin, telah menelurkan berbagai hasil yang bisa dikembangkan di dunia budidaya, khususnya perudangan. Contohnya, start up aplikasi budidaya, varietas komoditas budidaya baru, hingga teknologi kolaborasi di kolam budidaya.
 
Tinggal nantinya, colek Rokhmin, bagaimana mengoptimalkan lagi inovasi teknologi di budidaya ini dalam meningkatkan produktivitas perikanan untuk konsumsi masyarakat. Karena, urai Rokhmin, konsumsi perikanan semakin meningkat setiap tahunnya.  
 
 
Selengkapnya Baca di Majalah TROBOS Aqua edisi 118/15 Maret - 14 Februari 2022

 
Aqua Update + Primadona + Cetak Update +

Artikel Lain