Senin, 17 Januari 2022

Tips Benur Gelondongan Tekan Penyakit

Tips Benur Gelondongan Tekan Penyakit

Foto: Dok. Syafnijal Datuk


Lampung (TROBOSAQUA.COM). Suyatno, Teknisi Tambak MTS Gayau Desa Durian, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran-Lampung berbagi pengalamannya terkiat penggunaan benur benur gelondongan (PL-20). Sebelumnya ia menggunakan benur PL-9 atau PL-10. 
 
Penebaran benur gelondonganini dilukan Suyatno pada 8 dari 13 kolam masing-masing ukuran 3 ribu meter persegi dengan kepadatan tebar 80  ekor/m2 . Cara ini ia pilih karena telah terbukti efektif untuk mencegah AHPND di farm yang sama. 
 
Pada siklus pertama, Suyatno menggunakan benur hasil pendederan selama 25 - 28 hari dengan kepadatan tebar 100 - 120 ekor/m2 tetapi pada DOC (Days of Culture) 25 - 35 hari masih muncul AHPND. Saat itu transfer benur dari kolam pendederan ke kolam pembesaran menggunakan pipa paralon dari tanki konikel sejauh 200 m. Ia menduga terjadi stres pada benur ketika melewati pipa yang panjang.
 
Maka pada siklus sekarang ini, Suyatno mengoptimalkan persiapan kolam yang diawali dari pembersihan kolam, pengapuran dinding dan lantai kolam. Lalu kolam diisi air setinggi 1,3 m. Selanjutnya ditaburi TCCA dengan dosis 15 - 20 ppm dan dibiarkan selama tiga hari. Disusul penaburan samponan dengan dosis 1,5 ppm dan dibiarkan selama 2 - 3 hari. Terakhir aplikasi probiotik dan penumbuh plankton dan dibiarkan hingga 10 - 12 hari agar plankton sudah tumbuh sempurna.
 
Diterangkannya, sesampai di tambak, benur yang dikemas dalam kantong-kantong plastik dipindahkan ke tangki konikel dan diberi pakan artemia. Selanjutnya setelah suhu air di dalam tangki sama dengan di dalam kolam baru benur dipindahkan ke kolam bersama aliran air melalui pipa paralon yang dibuat dari dasar tangki. Untuk menyamakan suhu air di dalam tangki dengan kolam dilakukan dengan mengalirkan dari kolam ke dalam air di tangki melalui selang yang dipompa.
 
Setelah ditebarkan ke kolam, sorenya sekitar jam 17.00 WIB, benur langsung diberi pakan pelet. Dilanjutkan keesokannya dengan frekuensi tiga kali sehari hingga DOC 10 hari. Selanjutnya Suyatno menggunakan pakan pelet sampai DOC 35 hari. 
 
Untuk takaran pakan pada DOC 10 hari pada benur biasa menjadi takaran pakan DOC-01 pada benur gelondongan. Misalnya pada DOC 10 pada benur biasa pakannya 5 kg maka menjadi takaran pada DOC-01 pada benur gelondongan. Pada DOC 20 - 21 hari dilakukan cek ancho guna menentukan dosis pemberian pakan berdasarkan indeks. datuk-lampung
 
 

 
Aqua Update + Aqua Update + Cetak Update +

Artikel Lain