Senin, 3 Januari 2022

Tahun 2022, Ekspor Perikanan Ditarget Tembus USD7,13 Miliar

Tahun 2022, Ekspor Perikanan Ditarget Tembus USD7,13 Miliar

Foto: ist/dok.KKP


Jakarta (TROBOSAQUA.COM).Pemerintah mematok target nilai ekspor hasil perikanan meningkat mencapai USD7,13 miliar pada tahun 2022, seiring dengan dijalankannya program-program terobosan.

 

Kementerian Kelautan dan Perikanan pun mengeluarkan rencana untuk menggelontorkan sejumlah bantuan sebagai pendorong produktivitas pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.

 

"Di tahun 2022 penangkapan terukur akan diimplementasikan, begitu juga dengan pengembangan budidaya orientasi ekspor, serta pembangunan kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal. Insya Allah target peningkatan nilai ekspor hasil perikanan yang sudah ditetapkan dalam Indikator Kinerja 2022 bisa tercapai," ujar Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar, Jumat (31/12).

 

Hingga November 2021, nilai ekspor perikanan tercatat di angka USD5,15 miliar dan prognosa sampai akhir tahun 2021 sebesar USD5,45 miliar. Komoditas unggulan ekspor meliputi udang, tuna cakalang tongkol, cumi sotong gurita, rajungan kepiting, dan rumput laut. Sedangkan negara utama pengimpor produk perikanan Indonesia berdasarkan nilainya adalah Amerika Serikat, Cina, Jepang, ASEAN, dan Uni Eropa.

 

Antam menambahkan, di tahun 2022 akan ada perubahan tata kelola khususnya di bidang perikanan tangkap dengan dijalankannya kebijakan penangkapan terukur di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).  Aktivitas penangkapan ikan akan diatur dalam sistem kuota dan zonasi penangkapan.

 

Perbaikan tata kelola ini, diyakini Antam akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi daerah. Di samping itu, mutu dan kualitas produk perikanan Indonesia juga semakin tinggi sehingga meningkatkan kepercayaan pasar domestik maupun internasional.

 

Perbaikan tata kelola ini juga dalam rangka meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan dan kegiatan di ruang laut. Hingga 31 Desember 2021 siang, PNBP KKP tercatat sekitar  Rp1,1 triliun.

 

"Capaian 2021 Alhamdulillah. Dan 2022 saatnya accelerate program-program terobosan," pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Ishartini memaparkan, KKP akan menyalurkan sejumlah bantuan pemerintah di tahun 2022 untuk mendorong produktivitas masyarakat nelayan, pembudidaya hingga petambak garam.

 

Beberapa bantuan tersebut di antaranya 75 unit kapal perikanan ukuran 5 GT, 1.000 unit alat penangkapan ikan, fasilitas jaminan hari tua nelayan untuk 1.000 orang, bantuan 151,9 juta ekor benih, bantuan 102,5 ribu ekor indukan, 319 unit bioflok, 35 unit bantuan ekskavator, hingga 300 unit chest freezer.

 

"Program bantuan ini untuk mendorong peningkatan produktivitas masyarakat kelautan dan perikanan. Ini juga bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat," ungkap Ishartini.ist/ed/meilaka

 
Aqua Update + Headline Aquanews + Cetak Update +

Artikel Lain